Academic Welfare of Non-ASN Lecturers: A New State Responsibility in Higher Education
Isi Artikel Utama
Abstrak
Dosen non-ASN memiliki peran substantif dalam pendidikan tinggi melalui pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pembimbingan akademik, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun, kewajiban akademik tersebut tidak selalu diikuti oleh perlindungan hukum yang memadai atas penghasilan dan kesejahteraan. Artikel ini mengkaji kedudukan kesejahteraan akademik dosen non-ASN dalam kerangka negara kesejahteraan dan merumuskan arah baru tanggung jawab negara dalam menjamin penghasilan layak di pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesejahteraan akademik bukan sekadar persoalan hubungan kerja internal antara dosen dan perguruan tinggi, melainkan persoalan hukum yang berkaitan dengan fungsi publik pendidikan tinggi, otonomi perguruan tinggi, dan mandat konstitusional negara. Kesejahteraan akademik perlu dipahami sebagai kerangka perlindungan minimum yang memungkinkan dosen menjalankan tridharma secara bermartabat, produktif, dan berkelanjutan. Tanggung jawab negara diarahkan pada penetapan standar minimum penghasilan, jaminan sosial, kejelasan status hukum, integrasi kesejahteraan dosen dalam kebijakan pendanaan pendidikan tinggi, dan penempatan kesejahteraan akademik sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Abdillah, Azzhafir Nayottama. “Kesejahteraan Dosen dalam Konteks Permendikbudristek No. 44 Tahun 2024: Tinjauan Kebijakan Publik dan Studi Komparatif Negara Malaysia dan Filipina.” 2024.
Adi, Mila Karmila. “Perlindungan terhadap Gaji Dosen Swasta Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 13, no. 1 (2006): 113–125. DOI: 10.20885/iustum.vol13.iss8.
Adiatma, Muhammad Bintang, Muhammad Rizky Hawari, dan Farzan Fahrezi Syarif. “Pengaruh Gaji Rendah terhadap Kesejahteraan Guru SMA di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.” Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran 1, no. 3 (2023): 48–57. DOI: 10.572349/cendikia.v1i3.306.
Ahmadin. “The Role of the State in Improving Welfare with Giving Salary of Lecturers at Private Universities.” Jurnal Pendidikan IPS 14, no. 1 (2024): 174–182. DOI: 10.37630/jpi.v14i1.1580.
Alfitri. “Ideologi Welfare State dalam Dasar Negara Indonesia: Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Sistem Jaminan Sosial Nasional.” Jurnal Konstitusi 9, no. 3 (2012): 449–472. DOI: 10.31078/jk932.
Ardinata, Mikho. “Tanggung Jawab Negara terhadap Jaminan Kesehatan dalam Perspektif Hak Asasi Manusia.” Jurnal HAM 11, no. 2 (2020): 319–332. DOI: 10.30641/ham.2020.11.319-332.
Arliman S, Laurensius, Suryanef, Ernita Arif, dan Sarmiati. “Legal Assistance for the Poor to Reach Justice.” JCH (Jurnal Cendekia Hukum) 7, no. 2 (2022): 329–343. DOI: 10.33760/jch.v7i2.556.
Dhobith, Anwar. “Analisis Kebijakan Gaji Guru Honorer terhadap Kesejahteraan Hidup Guru Honorer di Indonesia.” Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 7, no. 1 (2024): 44–62. DOI: 10.32699/paramurobi.v7i1.6609.
Dimova, Rositsa, Rumyana Stoyanova, Stanislava Harizanova, Miglena Tarnovska, dan Donka Keskinova. “Academic Staff Satisfaction with Their Work: A Cross-Sectional Study in a Medical University.” Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences 7, no. 14 (2019): 2384–2390. DOI: 10.3889/oamjms.2019.657.
Disantara, Fradhana Putra. “Tanggung Jawab Negara dalam Masa Pandemi COVID-19.” JCH (Jurnal Cendekia Hukum) 6, no. 1 (2020): 48–60. DOI: 10.33760/jch.v6i1.262.
Elviandri, Khuzdaifah Dimyati, dan Absori. “Quo Vadis Negara Kesejahteraan: Meneguhkan Ideologi Welfare State Negara Hukum Kesejahteraan Indonesia.” Mimbar Hukum 31, no. 2 (2019): 252–266. DOI: 10.22146/jmh.32986.
Fatkhurrohman, Mochammad, dan Nabil Lintang Pamungkas. “Kanalisasi Kebijakan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer di Indonesia.” Jurnal Jamsostek 3, no. 1 (2025): 48–67. DOI: 10.61626/jamsostek.v3i1.106.
Fitriana, Fitriana. “Menggagas Arah Kebijakan Ketenagakerjaan yang Berkeadilan demi Mewujudkan Kesejahteraan Pekerja/Buruh.” Jurnal Hukum & Pembangunan 52, no. 2 (2022), art. 3. DOI: 10.21143/jhp.vol52.no2.1473.
Hadjon, Philipus M. Perlindungan Hukum bagi Rakyat di Indonesia: Sebuah Studi tentang Prinsip-Prinsipnya, Penanganannya oleh Pengadilan dalam Lingkungan Peradilan Umum dan Pembentukan Peradilan Administrasi Negara. Jakarta: Peradaban, 2007.
Jessop, Bob. “Varieties of Academic Capitalism and Entrepreneurial Universities: On Past Research and Three Thought Experiments.” Higher Education 73, no. 6 (2017): 853–870. DOI: 10.1007/s10734-017-0120-6.
Kahn, Peter, Marie-Pierre Moreau, dan Jessica Gagnon. “Precarity and Illusions of Certainty in Higher Education Teaching.” Teaching in Higher Education 29, no. 3 (2024): 699–706. DOI: 10.1080/13562517.2024.2326403.
Khairani, Gusminarti, dan Qurratul Hilma. “Model Hubungan Hukum Pegawai Non-Aparatur Sipil Negara pada Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Indonesia.” Proceedings Series on Social Sciences & Humanities 29 (2025): 50–59. DOI: 10.30595/pssh.v29i.2077.
Krisna Putri, Patricia Nerissa, dan Markus Togar Wijaya. “Magang atau Pekerja? Menggugat Status Abu-Abu Tenaga Paruh Waktu Mahasiswa di Fakultas Hukum UGM.” Jurnal Hukum & Pembangunan 56, no. 1 (2026), art. 2. DOI: 10.21143/jhp.vol56.no.1.2192.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. “Dosen PTS Minta Gaji Layak.” Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. January 13, 2026.
Marginson, Simon. “The Worldwide Trend to High Participation Higher Education: Dynamics of Social Stratification in Inclusive Systems.” Higher Education 72, no. 4 (2016): 413–434. DOI: 10.1007/s10734-016-0016-x.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.
Muda, Iskandar. “Peran Putusan Mahkamah Konstitusi untuk Menentukan Kebijakan Pokok dalam Negara Kesejahteraan di Indonesia.” DIVERSI: Jurnal Hukum 7, no. 1 (2021): 1–24. DOI: 10.32503/diversi.v7i1.1164.
Nisrina, Naura, Lintje Anna Marpaung, dan Erlina B. “Analisis Implementasi Pasal 8 Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Hak dan Kewajiban Dosen Tetap Bukan PNS (Studi UIN Raden Intan Lampung).” Jurnal Kewarganegaraan 6, no. 2 (2022): 3316–3325.
Nuriyanto. “Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Indonesia, Sudahkah Berlandaskan Konsep ‘Welfare State’?” Jurnal Konstitusi 11, no. 3 (2014): 428–453. DOI: 10.31078/jk1132.
O’Brady, Sean, Greg J. Bamber, dan Brian Cooper. “Academic Capitalism and Precarity in the Neoliberal University: Job Insecurity and Stress in Two Liberal Market Economies.” Industrial Relations Journal 56, no. 4 (2025): 291–300. DOI: 10.1111/irj.12466.
Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum. Cetakan ke-8. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2014.
Shin, Jung Cheol, dan Jisun Jung. “Academics Job Satisfaction and Job Stress across Countries in the Changing Academic Environments.” Higher Education 67, no. 5 (2014): 603–620. DOI: 10.1007/s10734-013-9668-y.
Sihombing, Eka N.A.M., dan Cynthia Hadita. “Persamaan Hak atas Pendidikan terhadap Penerapan Sistem Zonasi.” Jurnal HAM 12, no. 2 (2021): 179–192. DOI: 10.30641/ham.2021.12.179-192.
Solomon, Shihaam, dan Marieta Du Plessis. “Experiences of Precarious Work within Higher Education Institutions: A Qualitative Evidence Synthesis.” Frontiers in Education 8 (2023): 960649. DOI: 10.3389/feduc.2023.960649.
Spicker, Paul. Social Policy: Theory and Practice. 3rd ed. Bristol: Policy Press, 2014. DOI: 10.51952/9781447316138.
Utama, Kartika Widya. “Otonomi Pengelolaan Sumber Daya Manusia PTN-BH.” Masalah-Masalah Hukum 46, no. 1 (2017): 92–99. DOI: 10.14710/mmh.46.1.2017.92-99.
Viviansari, Disca Betty, dan Zendy Wulan Ayu Widhi Prameswari. “Tanggung Jawab Negara terhadap Pemenuhan Hak atas Pendidikan Anak Buruh Migran Indonesia di Malaysia.” Jurnal HAM 10, no. 2 (2019): 179–194. DOI: 10.30641/ham.2019.10.179-194.
Wicaksono, Muhammad Prasetyo, Retno Rusdjijati, Nia Kurniati Bachtiar, Hary Abdul Hakim, dan Chrisna Bagus Edhita Praja. “Quo Vadis: Legal Certainty of Informal Worker Through Manpower Act.” JCH (Jurnal Cendekia Hukum) 8, no. 2 (2023): 301–313. DOI: 10.33760/jch.v8i2.619.
Woelert, Peter, Gwilym Croucher, dan Sam Hoang. “The Rise of a ‘Casualised’ Workforce: A Conceptual Account of the Institutional Forces Legitimising Contingent Academic Employment in Australia.” Higher Education 91, no. 1 (2026): 23–38. DOI: 10.1007/s10734-025-01405-3.