Isi Artikel Utama

Abstrak

Tafsir bi Isyari merupakan metode penafsiran Al-Qur'an yang menekankan makna batin dan makna tersembunyi, berbeda dengan makna zahir yang bersifat tekstual. Metode ini memiliki pijakan dalam hadis yang menyatakan Al-Qur'an memiliki makna zahir dan batin, serta diturunkan berdasarkan hidayah dan ilham khusus bagi para ahlinya. Makalah ini mengkaji secara komprehensif pengertian tafsir isyari, perbedaan pandangan ulama terkait legalitas dan syarat-syarat penerimaan tafsir isyari, serta kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini juga menyajikan contoh konkret ayat-ayat Al-Qur'an yang memerintah secara isyari sebagai wujud aplikasi metode ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa tafsir isyari dapat memberikan pemahaman yang mendalam dan spiritual, namun tetap harus terjaga pada kaidah tafsir agar tidak mengarah pada subjektivitas dan bimbingan. Oleh karena itu, tafsir ini memiliki posisi yang penting dalam khazanah tafsir, asalkan dijalankan sesuai prinsip ilmiah dan syariat.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Abriman, Rajendra, dan Athoillah. 2026. “Kajian Komprehensif Tafsir Bi Isyari Dalam Kaidah Penafsiran Ayat Ahkam: Perspektif Kepastian Hukum Islam”. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum 4 (1):133-45. https://doi.org/10.70308/adagium.v4i1.278.
Referensi

Muhammad bin Ibraheem al-Shanqeeti, Usul al-Tafsir (Kairo: Dar al-Salam, 1995).

A.R.P. Putri dan M.F.L.D. Muttaqin, “Mengulik Sejarah Perkembangan Tafsir Isyari dan Pandangan Para Ulama,” AR-ROSYAD Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora 22 (2024).

HR. Muslim, no. 1773, Kitab al-Tafsir.

Badruddin Muhammad ibn Abdullah az-Zarkasyi, Al-Burhan fi Ulum al-Qur’an, Juz 1 (Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1983).

Muhammad Amin Suma, Studi Ilmu-Ilmu al-Qur’an (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001).

HR. Muslim, Kitab al-Tafsir.

Ibnu Arabi, Al-Futuhat al-Makkiyah, Jilid 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2003), hlm. 107-110; az-Zarkasyi, Al-Burhan.

A.U. Hidayatullah, “Makalah Ilmu Tafsir: Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Sumber II,” makalah (2025).

N. Mahrani, “Tafsir al-Isyari,” Hikmah 141 (2017).

S. Maryana, “Tafsir bi Ra'yi di Era Klasik dan Modern,” Al-Muhith (2025).

Muhammad Sofyan, Tafsir wal Mufassirun (Bandung: Perdana Mulya Sarana, t.th.).

Muhammad bin Ali asy-Syaukani, Fath al-Qadir (Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1994).

T. Rahayu, “Perspektif Tafsir Bi Al-Ma'tsur, Bi Ar-Ra'yi, dan Bi Al-Isyari,” (2024), diakses dari jurnal Yayasan Pendidikan Dzurriyatul Quran.

A.U. Hidayatullah, “Makalah Ilmu Tafsir,” 2025.

Muhyiddin Ibnu Arabi, al-Futuḥāt al-Makkiyyah (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.th.), jilid 1

Putri dan Muttaqin, “Mengulik Sejarah Perkembangan Tafsir Isyari dan Pandangan Para Ulama,” AR-ROSYAD 22 (2024).

Hidayatullah, A. U. PENJELASAN MENEGENAI TAFSIR BIL RA’YI DAN TAFSIR BIL ISY’ARI.

H. Husin Abdul Wahab, Kontroversi terhadap eksistensi Tafsir Isyari. November 2020.

Mahrani, N. (2017). Tafsir al-isyari. Hikmah, 14(1).

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.