Community Service Sentencing as an Alternative to Short-Term Imprisonment Under Indonesia’s National Criminal Code
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pidana kerja sosial merupakan pidana pokok dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana nasional Indonesia dan, sesuai persyaratan Pasal 85, menjadi alternatif bagi pidana penjara singkat atau denda tertentu. Artikel ini mengkaji kriteria hukum penjatuhan pidana kerja sosial dan persyaratan kelembagaan bagi pelaksanaannya. Penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual ini membedakan kerangka hukum yang berlaku dari usulan yang masih memerlukan kesepakatan antarlembaga atau standar teknis. Karena Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 telah berlaku sejak 2 Januari 2026, analisis menempatkan pidana kerja sosial sebagai bagian dari kerangka pemidanaan yang berlaku, bukan kebijakan yang belum pasti diterapkan. Kelayakan mensyaratkan tindak pidana dengan ancaman penjara kurang dari lima tahun dan putusan hakim yang tanpa alternatif tersebut akan menjatuhkan pidana penjara paling lama enam bulan atau denda paling banyak kategori II. Persetujuan terdakwa setelah memperoleh penjelasan, kemampuan bekerja, keselamatan, keadaan sosial, dan pertimbangan lain menurut undang-undang membentuk ruang diskresi hakim. Pidana tersebut berlangsung antara delapan dan 240 jam, tidak boleh dikomersialkan, serta diawasi jaksa dan dibimbing petugas pembimbing kemasyarakatan. Artikel ini mengusulkan model pelaksanaan dan evaluasi yang terkoordinasi sambil mengakui bahwa kesiapan lembaga, perubahan populasi penjara, dan tingkat pengulangan tindak pidana belum diukur secara empiris.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Asis, Bisma Ainul Yakin, Muhammad Farhan Arhabi, and Muhamad Zainal Arifin. “From Prison to Community: Reconstructing Community Service Sentencing as Ius Constituendum in the Reform of Indonesia’s Criminal Procedure Code.” Journal of Judicial Review 27, no. 2 (2025). https://doi.org/10.37253/jjr.v27i2.10333.
Attorney General of the Republic of Indonesia. Legal Guideline No. 1 of 2025 concerning Suspended Sentences, Supervision Sentences, and Community Service Punishment. February 24, 2025. https://jdih.kejaksaan.go.id/produk-hukum/detail?id=4966.
Emaliawati, Bonarsius Saragih, and Aji Mulyana. “Effectiveness of Social Work Sanction as a Substitute for Imprisonment in The Perspective of Sentencing Purposes.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 22, no. 3 (2022): 325–336. https://doi.org/10.30641/dejure.2022.v22.325-336.
Fajri, Ahmad. “Pidana Kerja Sosial Dalam Membatasi Kelebihan Penghuni Di Lembaga Pemasyarakatan.” Lex Renaissance 4, no. 1 (2019): 46–64. https://doi.org/10.20885/jlr.vol4.iss1.art3.
Falah, Taufiq Akbar Al. “Analisis Pidana Kerja Sosial Sebagai Alternatif Pidana Jangka Pendek : Perspektif KUHP Baru Indonesia.” Mahkamah : Jurnal Riset Ilmu Hukum 2, no. 1 (2025): 151–160. https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i1.457.
Jamilah, Asiyah, and Hari Sutra Disemadi. “Pidana Kerja Sosial: Kebijakan Penanggulangan Overcrowding Penjara.” Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan 8, no. 1 (2020): 26–38. https://doi.org/10.29303/ius.v8i1.726.
Mantri, Bagus Hanindyo, Nurwinardi, Muhammad Khalif Ardi, and Devi Triasari. “Social Work Punishment in the 2023 Indonesian Criminal Code: Lessons from Finland and Netherlands.” Indonesian Journal of Crime and Criminal Justice 1, no. 2 (2025): 131–155. https://doi.org/10.62264/ijccj.v1i2.157.
Muksin, Muchlas Rastra Samara. “Tujuan Pemidanaan dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia.” Sapientia Et Virtus 8, no. 1 (2023): 225–247. https://doi.org/10.37477/sev.v8i1.465.
Naofal, Ni'am Abdalla. “Tujuan Pemidanaan Pidana Kerja Sosial Dan Peran Subsistem Peradilan Pidana Dalam Pelaksanaannya.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik 5, no. 4 (2025): 3666–3673. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i4.4637.
Pinthaka, Fahreshi Arya, Ali Masyhar, and Cahya Wulandari. “Implementation of Community Service Order Based on Law Number 1 of 2023 In The Perspective of Justice And Legal Expediency.” Krtha Bhayangkara 18, no. 1 (2024): 141–154. https://doi.org/10.31599/krtha.v18i1.1641.
Purnomo, Didik, Anis Widyawati, Bhanu Prakash Nunna, Rasdi, and Muhammad Azil Maskur. “Community Service Order in Indonesia: Between Alternatives and Transformation in the Reconstruction of the Penal System.” Indonesian Journal of Criminal Law Studies 11, no. 1 (2026): 283–316. https://doi.org/10.15294/ijcls.v11i1.34493.
Rafsanjani, Jody Imam, Rizki Bagus Prasetio, and Zaihan Harmaen Anggayudha. “Eksistensi Pidana Kerja Sosial dalam Perspektif Hukum Progresif.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 23, no. 2 (2023): 219–230. https://doi.org/10.30641/dejure.2023.v23.219-230.
Ramadhani, Rahmania, and Indung Wijayanto. “Prospects of Community Service Criminal Policy as an Alternative to Imprisonment in Indonesia: A Comparative Study Between Countries.” TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum 5, no. 6 (2025): 289–300. https://doi.org/10.47268/tatohi.v5i6.3095.
Ramadhani, Sasqia Putri, and Muhammad Azil Maskur. “Transformation of the Public Prosecution Service as the Supervisory Authority for Community Service Orders Under the National Criminal Code.” Law Research Review Quarterly 11, no. 4 (2025): 1279–1302. https://doi.org/10.15294/lrrq.v11i4.42611.
Republic of Indonesia. Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code. Effective January 2, 2026.
Republic of Indonesia. Law No. 1 of 2026 concerning Adjustment of Criminal Penalties.
Republic of Indonesia. Law No. 22 of 2022 concerning Corrections.
Saputra, Satria Nenda Eka, and Muridah Isnawati. “Overcrowding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Dalam System Pemidanaan Di Indonesia.” Pagaruyuang Law Journal 6, no. 1 (2022): 52–70. https://doi.org/10.31869/plj.v0i0.3822.
Ulfah, Maria. “Pidana Kerja Sosial, Tokyo Rules, serta Tantangannya di Masa Mendatang.” Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) 10, no. 3 (2021): 517. https://doi.org/10.24843/jmhu.2021.v10.i03.p07.
Utami, Putri Dwi, and Anis widyawati. “Transformasi Balai Pemasyarakatan Dalam Menyokong Pemberlakuan Pidana Pengawasan dan Pidana Kerja Sosial Berdasarkan KUHP Nasional.” QISTIE 18, no. 1 (2025): 83–98. https://doi.org/10.31942/jqi.v18i1.12572.
Wafdah, Vivid. “Pengintegrasian Pidana Kerja Sosial Dalam Sistem Hukum Nasional.” Justitia Jurnal Hukum 1, no. 2 (2017). https://doi.org/10.30651/justitia.v1i2.1148.
Wibawa, Iskandar. “Pidana kerja sosial dan restitusi sebagai alternatif pidana penjara dalam pembaharuan hukum pidana indonesia.” Jurnal Media Hukum 24, no. 2 (2017): 105–114. https://doi.org/10.18196/jmh.2017.0086.105-114.
Wicaksana, Villar Wibawa, and Mas Putra Zenno Januarsyah. “Kebijakan Pembaruan Hukum Pidana Tentang Pidana Kerja Sosial Dalam KUHP Nasional : Perspektif Tujuan Pemidanaan.” Jurnal USM Law Review 8, no. 2 (2025): 709–728. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.11092.
Yustia, Rd. Dewi Asri, Gialdah Tapiansari Batubara, and Tia Ludiana. “Implementasi model pidana kerja sosial berbasis nilai-nilai hukum adat sunda.” LITIGASI 22, no. 2 (2021): 272–286. https://doi.org/10.23969/litigasi.v22i2.4526.