Article 411 of Indonesia’s Criminal Code and Bugis Customary Norms on Adultery: A Doctrinal Comparison
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini membandingkan tindak pidana perzinaan menurut Pasal 411 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan pembahasan mengenai zina, siri’, dan malaweng dalam kepustakaan hukum adat Bugis. Penelitian hukum normatif digunakan dengan menggabungkan penafsiran peraturan perundang-undangan dan telaah terbatas atas bahan tertulis mengenai hukum adat serta etnografi. Perbandingan mencakup perbuatan yang dilarang, kepentingan yang dilindungi, pihak yang berhak mengajukan pengaduan, otoritas yang berwenang, sanksi, tujuan, dan lingkup penerapan. Pasal 411 memidana persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istri pelaku, termasuk persetubuhan antara orang yang belum menikah, dan penuntutannya bergantung pada pengaduan anggota keluarga yang ditentukan undang-undang. Hidup bersama merupakan tindak pidana tersendiri menurut Pasal 412. Dalam bahan kepustakaan Bugis yang dikaji, pelanggaran kepatutan seksual dapat berkaitan pula dengan kehormatan keluarga dan hubungan sosial; akan tetapi, malaweng merupakan kategori yang lebih luas, sementara prosedur dan sanksi adat berbeda menurut komunitas dan masa. Terdapat titik temu dalam perlindungan perkawinan dan ketertiban sosial, tetapi norma adat yang majemuk tidak dapat diperlakukan sebagai satu rezim penegakan yang seragam. Perdamaian adat tidak dengan sendirinya meniadakan syarat prosedural Pasal 411. Kerangka yang diajukan memerlukan validasi empiris spesifik lokasi sebelum dapat digunakan untuk menyimpulkan praktik penegakan adat saat ini.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Achmad. “Perbuatan Malaweng Kesusilaan Siri’ Menurut Hukum Adat: Studi tentang Pandangan Pengadilan dan Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan.” Dissertation, 2007. Universitas Indonesia library catalog. https://pdrh.law.ui.ac.id/koleksi/detail/78760/.
Andini, Orin Gusta. “Membedah living law dalam kuhp 2023 dari perspektif pemidanaan dan jenis sanksi.” Jurnal Yuridis 11, no. 2 (2025): 349–373. https://doi.org/10.35586/jyur.v11i2.9348.
Ario, Dion, Swandi Aliverchan Situngkir, Fernandes Situngkir, and Elviandri. “Living Law, Kepastian Hukum, dan Hak Asasi Manusia: Politik Hukum dalam KUHP 2023 di Indonesia.” Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies 7, no. 1 (2025): 31–42. https://doi.org/10.32505/lentera.v7i1.13426.
Fadilla, Aisha Nurul, Defa An Nuur Kusumajakti, and Rangga Maulana Fauzi. “Analisis Pengaturan Living Law dalam RUU KUHP yang Dituangkan pada Peraturan Daerah Ditinjau Berdasarkan Konstitusi.” Jurist-Diction 7, no. 2 (2024): 223–244. https://doi.org/10.20473/jd.v7i2.56121.
Hadziq, Sahran. “Pengaturan Tindak Pidana Zina Dalam KUHP Dikaji Dari Perspektif Living Law.” Jurnal Lex Renaissance 4, no. 1 (2019): 25–45. https://doi.org/10.20885/jlr.vol4.iss1.art2.
Hartono, Rudi, and Ayu Lestari. “The Influence of Modernization on the Implementation of Passampo Siri' in Bugis Marriages in East Kolaka: Sociological Perspective of Islamic Law.” Indonesian Journal of Islamic Law 5, no. 1 (2022): 20–38. https://doi.org/10.35719/ijil.v5i1.2012.
Hijriani, and Rizki Ramadani. “From Criminal Law to Customary Law: Incest as a Sexual Crime.” Yuridika 37, no. 2 (2022): 399–414. https://doi.org/10.20473/ydk.v37i2.32830.
Idris, Muhammad. “Siri dalam Masyarakat Bugis-Makassar di Kabupaten Jeneponto.” Al-Hikmah 23, no. 1 (2021): 1–10. https://doi.org/10.24252/al-hikmah.v23i1.19652.
Ipandang, and Syamsul Darlis. “Passampo Siri' in the Bugis Marriage Practies in East Kolaka, Indonesia: A Sociological Perspective of Islamic Law.” Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 6, no. 2 (2022): 873–889. https://doi.org/10.22373/sjhk.v6i2.12874.
Januarsyah, Mas Putra Zenno, Dwidja Priyatno, Somawijaya, and Widiada Gunakaya. “The renewal policy of the adultery concept in article 411 of the law number 1 of 2023 on the indonesian criminal code.” PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law) 10, no. 1 (2023): 1–16. https://doi.org/10.22304/pjih.v10n1.a1.
Khodijah, Siti, Deny Guntara, and Muhammad Abas. “Tindak Pidana Perzinahan Dan Kohabitasi Dalam KUHP Baru: Kajian Yuridis Pasal 411 Dan Pasal 412 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.” SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum 5, no. 3 (2026): 499–506. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i3.2347.
Kusworo, Daffa Ladro, and Maghfira Nur Khaliza Fauzi. “Living Law Dalam KUHP: Suatu Gagasan Menginventarisasi Kompilasi Hukum Adat.” Jurist-Diction 7, no. 3 (2024): 439–456. https://doi.org/10.20473/jd.v7i3.56266.
Mandala, Subianta, and KMS Herman. “Pemberlakuan Living Law Dalam Undang Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1951 dan KUHP Baru: Studi Komparatif.” Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 5, no. 2 (2025): 15. https://doi.org/10.53697/iso.v5i2.3629.
Mappaselleng, Nur Fadhilah, and Zul Khaidir Kadir. “Reconstructing Honor Killing Through Siri’: A Cultural Perspective from Bugis-Makassar Society.” Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 8, no. 4 (2025): 358–366. https://doi.org/10.37329/ganaya.v8i4.4858.
Nugraha, Aji, et al. “Analisis Tindak Pidana Perzinahan Menurut Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Dibandingkan dengan Pasal 411 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.” Pustaka Galuh Justisi 3, no. 2 (2025): 228–241.
Nurrahman, Reza, Orin Gusta Andini, and Sulung Nugroho. “Pengaturan Tindak Pidana Perzinaan pada Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 Ditinjau dari Perspektif HAM.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4, no. 2 (2026): 4335.
Oktaviani, Ika, and Agusmidah. “Pembaharuan hukum dan rasa keadilan masyarakat yang religius: pengaturan tindak pidana zina dalam kuhp terbaru.” Law Jurnal 3, no. 2 (2023): 183–193. https://doi.org/10.46576/lj.v3i2.3104.
Putri, Nella Sumika. “Moral Offenses Under Indonesian Criminal Code 2023 in Perspective of Religious Minority.” Jurnal HAM 16, no. 1 (2025): 61–76. https://doi.org/10.30641/ham.2025.16.61-76.
Republic of Indonesia. Government Regulation No. 55 of 2025 concerning Procedures and Criteria for Establishing Law Living in Society.
Republic of Indonesia. Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code.
Salwa, Berliana Aisyah Nur, and Tongat. “Korelasi Antara Living Law dan Asas Legalitas dalam Konteks Pembaharuan Hukum Pidana Nasional Berdasarkan KUHP 2023.” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 5, no. 2 (2026): 214–224. https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.7214.
Sani, Akbar. “Tinjauan Yuridis terhadap Pasal Kontroversial tentang Perzinaan dalam KUHP Baru dan Dampaknya terhadap Penegakan Hukum Pidana.” Jurnal Fakta Hukum 2, no. 2 (2024): 103–113. https://doi.org/10.58819/jfh.v2i2.152.
Santoso, Budi Iman, Ivans Januardy, and Rizki Setyobowo Sangalang. “Kontroversi living law dalam kuhp 2023: antara kepastian hukum dan keadilan substantif.” Dinamika Hukum & Masyarakat 8, no. 2 (2025): 1–16. https://doi.org/10.30737/dhm.v8i2.7246.
Tanra, Mansur, and Asmiaty Amat. “Siri’ dalam elong masyarakat bugis di daerah tawau, sabah.” Jurnal Pengajian Melayu 32, no. 1 (2021): 29–48. https://doi.org/10.22452/jomas.vol32no1.3.
Wijayanto, Enggar, and Muhammad Haris Makarim. “Politik Hukum Living Law Dan Hak Asasi Manusia Terhadap Rancangan Perda Tindak Pidana Adat Dalam KUHP.” Jurnal Legislasi Indonesia 22, no. 2 (2025): 176. https://doi.org/10.54629/jli.v22i2.1354.