Sexual Violence as a War Crime: The Binding Force of International Treaties and Their Enforcement
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kekerasan seksual dalam konflik bersenjata dapat memenuhi unsur kejahatan perang apabila terdapat nexus yang memadai dengan konflik bersenjata dan unsur khusus tindak pidana sebagaimana dirumuskan dalam hukum humaniter internasional. Dalam kategori hukum yang berbeda, kekerasan seksual juga dapat memenuhi unsur kejahatan terhadap kemanusiaan apabila merupakan bagian dari serangan yang meluas atau sistematis terhadap penduduk sipil dan dilakukan dengan pengetahuan mengenai serangan tersebut. Penelitian hukum normatif ini menganalisis kekuatan mengikat perjanjian internasional, hukum kebiasaan internasional, dan mekanisme penegakan yang relevan dengan menelaah Konvensi Jenewa, Protokol Tambahan, Statuta Roma, serta praktik peradilan pidana internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi tindak pidana harus dipisahkan secara tegas dari dasar yurisdiksi. Ratifikasi perjanjian bukan satu-satunya sumber kewajiban internasional, tetapi yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional juga tidak timbul otomatis terhadap negara non-pihak. Penegakan yang efektif memerlukan kombinasi legislasi domestik, dasar yurisdiksi yang sah, kerja sama internasional, pembuktian unsur kontekstual, dan perlindungan korban.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Bedont, Barbara. “Gender Bias in the Statute of the International Criminal Court.” International Journal of Law in Context 2, no. 3 (2006): 287–305.
Brownlie, Ian. Principles of Public International Law. 7th ed. Oxford: Oxford University Press, 2008.
Gaggioli, Gloria. “Sexual Violence in Armed Conflicts: A Violation of International Humanitarian Law and Human Rights Law.” International Review of the Red Cross 96, no. 894 (2014): 503–538. https://doi.org/10.1017/S1816383115000211.
Geneva Convention Relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War (Fourth Geneva Convention). August 12, 1949.
International Committee of the Red Cross. Customary International Humanitarian Law. Vol. I: Rules. Cambridge: Cambridge University Press, 2005.
International Committee of the Red Cross. Prevention and Criminal Repression of Rape and Other Forms of Sexual Violence during Armed Conflicts. Geneva: ICRC, 2017.
International Criminal Court. Policy on Gender-Based Crimes. The Hague: ICC, 2023.
International Law Commission. Draft Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts, with Commentaries. 2001.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2010.
Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights. The Prosecution of Sexual Violence in Conflict: The Importance of Human Rights as Means of Interpretation. Geneva: OHCHR, 2014.
Prosecutor v. Kunarac, Kovač and Vuković. Case No. IT-96-23 & IT-96-23/1-A. Judgment. ICTY Appeals Chamber, June 12, 2002.
Protocol Additional to the Geneva Conventions of 12 August 1949, and Relating to the Protection of Victims of International Armed Conflicts (Additional Protocol I). June 8, 1977.
Republic of Indonesia. Law Number 24 of 2000 concerning International Treaties.
Rome Statute of the International Criminal Court. July 17, 1998.
Schabas, William A. The International Criminal Court: A Commentary on the Rome Statute. Oxford: Oxford University Press, 2010.
Soekanto, Soerjono, and Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014.
Udit, Indah Ardhita, Novianti, and Rahayu Repindowaty Harahap. “Kekerasan Seksual Sebagai Taktik Perang Kongo: Antara Impunitas Hukum Nasional dan Pemberlakuan Statuta Roma.” Uti Possidetis: Journal of International Law 2, no. 3 (2021): 305–321. https://doi.org/10.22437/up.v2i3.13763.
United Nations General Assembly. Basic Principles and Guidelines on the Right to a Remedy and Reparation for Victims of Gross Violations of International Human Rights Law and Serious Violations of International Humanitarian Law. Resolution 60/147. December 16, 2005.
United Nations Secretary-General. Report of the Secretary-General on Conflict-Related Sexual Violence. S/2025/342. 2025.
United Nations Security Council. Resolution 1325. S/RES/1325. October 31, 2000.
United Nations Security Council. Resolution 1820. S/RES/1820. June 19, 2008.
Van Schaack, Beth. “Prosecuting Wartime Sexual Violence: The Uneven Trajectory of International Jurisprudence.” Lieber Institute for Law & Land Warfare, 2025.
Vienna Convention on the Law of Treaties. May 23, 1969.