The Normative Fragility of Women's Post-Divorce Economic Rights: Hierarchical Inversion between the Compilation of Islamic Law and Supreme Court Circular Letters from the Perspective of Hifz al-Mal
Isi Artikel Utama
Abstrak
Women’s post-divorce economic rights in wife-initiated divorce are frequently unrealized even though the Supreme Court has supplied a basis for granting them. This normative juridical study employs statutory, conceptual, and case approaches, treating Probolinggo Religious Court Decision Number 123/Pdt.G/2024/PA.Prob as an instance for testing, combines the theory of the hierarchy of norms and maqashid al-shari’ah, and analyzes the legal materials qualitatively through systematic-teleological interpretation and content analysis of the court’s legal reasoning. Four findings emerge. First, a hierarchical inversion exists: the norms extinguishing these rights are articles of the Kompilasi Hukum Islam that operate automatically, whereas the norms restoring them are religious chamber formulations in Supreme Court Circular Letters that remain facultative. Second, an institutional contradiction arises, since the Supreme Court itself affirms that policy rules cannot be judicially reviewed, yet women’s substantive rights rest on precisely such an instrument. Third, a mismatch of regulatory content occurs, as substantive law is carried by a vessel designed for procedural law. Fourth, this fragility is twofold, upstream in the status of the norm and downstream in its enforcement, and manifests institutionally the marginalization of hifz al-mal. The implication is that reform requires not socialization but elevating the chamber formulations into a Supreme Court Regulation, reformulating Article 149 of the Kompilasi Hukum Islam, and activating Article 95(1) as a preventive instrument.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Arifin, Firdaus. “Pengujian Peraturan Kebijakan dalam Sistem Peradilan di Indonesia.” Jurnal Litigasi 22, no. 1 (2021).
Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: International Institute of Islamic Thought, 2008.
Cahyadi, Irwan A. “Kedudukan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) dalam Hukum Positif di Indonesia.” Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, 2014.
Cahyani, Ayu, Muhammad Fajar Sidiq Widodo, and Mohammad Hendy Musthofa. “Pelaksanaan Hak Ex Officio Hakim atas Nafkah Iddah, Mut’ah, Hadlonah dan Madhiyah dalam Perkara Cerai Gugat Ditinjau dari Perma Nomor 3 Tahun 2017: Analisis Putusan Nomor 2675/Pdt.G/2023/PA.Kab.Kdr.” Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 2024.
Fajarwati, Meirina. “Validitas Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengajuan Peninjauan Kembali dalam Perkara Pidana Ditinjau dari Perspektif Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.” Jurnal Legislasi Indonesia 14, no. 2 (2017).
Ghazali, Abu Hamid al-. al-Mustashfa min ’Ilm al-Ushul. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, 1993.
Hadjon, Philipus M., et al. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2002.
Harahap, M. Yahya. Hukum Acara Perdata: Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.
Harisudin, M. N., and M. Choriri. “On the Legal Sanction against Marriage Registration Violation in Southeast Asia Countries: A Jasser Auda’s Maqasid al-Shariah Perspective.” Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 5, no. 1 (2021): 471–95.
Hashim, Nurhidayah, and Tim Lindsey. “An Analysis of the Judicial Approaches in Assessing Child Maintenance Applications in Shariah Courts.” Journal of Contemporary Islamic Studies 2, no. 1 (2016): 35–57.
Heniyatun. “Pemberian Mut’ah dan Nafkah Iddah dalam Perkara Cerai Gugat.” Profetika: Jurnal Studi Islam 21, no. 1 (2020).
Herzien Inlandsch Reglement (HIR).
Huis, Stijn Cornelis van. Islamic Courts and Women’s Divorce Rights in Indonesia: The Cases of Cianjur and Bulukumba. Leiden: Van Vollenhoven Institute, Leiden University, 2015.
Huis, Stijn Cornelis van. “Rethinking the Implementation of Child Support Decisions: Post-Divorce Rights and Access to the Islamic Court in Cianjur, Indonesia.” Law, Social Justice & Global Development.
Ibn ’Asyur, Muhammad al-Thahir. Maqashid al-Syari’ah al-Islamiyyah. Tunis: Dar Sahnun, 2006.
Ibn Rusyd, Abu al-Walid Muhammad. Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid. Juz II. Beirut: Dar al-Fikr, t.t.
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.
Jannah, Shofiatul, Mutiara Sari Dewi, Nur Sa’adah Rizqy Ramadhani Arifin, Sella Anggraeni, and Qowwimatul Aqidah Arifin. “Implementation of Post-Divorce Alimony Policies from a Gender Justice Perspective: A Comparative Legal Study of Indonesia, Malaysia, and Brunei Darussalam.” Ulumuna 29, no. 2 (2025): 959–89.
Kania, Dede, Siti Nur Fatoni, Hazar Kusmayanti, and Vienka Rahmanillah. “Gender Equality Implementation in Women’s Legal Cases in Religious Courts.” Kosmik Hukum 25, no. 2 (2025): 205–20.
Kelsen, Hans. Teori Umum tentang Hukum dan Negara. Diterjemahkan oleh Raisul Muttaqien. Bandung: Nusamedia dan Nuansa, 2006.
Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor 1959 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Ringkasan Kebijakan Jaminan Perlindungan Hak-Hak Perempuan dan Anak Pasca-Perceraian.
Marbun, S. F. Hukum Administrasi Negara I. Cetakan kedua revisi. Yogyakarta: FH UII Press, 2018.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Edisi revisi. Jakarta: Kencana, 2016.
Nurlaelawati, Euis, and Arskal Salim. “Judicial Practices in Enforcing Post-Divorce Maintenance Rights for Women and Children in Indonesia.” Indonesia Private Law Review 6, no. 2 (2025): 103–16.
Nurlaelawati, Euis. Modernization, Tradition and Identity: The Kompilasi Hukum Islam and Legal Practice in the Indonesian Religious Courts. Amsterdam: Amsterdam University Press, 2010.
Nurlaelawati, Euis. “Women’s Financial Rights after Divorce in Indonesia.” Leiden: Brill, 2018: 89–106.
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2011 tentang Hak Uji Materiil.
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum.
Putusan Mahkamah Agung Nomor 02 K/AG/2002.
Putusan Mahkamah Agung Nomor 137 K/AG/2007.
Putusan Mahkamah Agung Nomor 48 P/HUM/2016 perihal Permohonan Keberatan Hak Uji Materiil.
Putusan Pengadilan Agama Probolinggo Nomor 123/Pdt.G/2024/PA.Prob perihal Cerai Gugat dan Hadhanah.
Rofiq, Ahmad. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Edisi revisi. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.
Santoso, R. Andhika, Elan Jaelani, and Utang Rosidin. “Kedudukan dan Kekuatan Hukum Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) dalam Hukum Positif Indonesia.” Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum 1, no. 4 (2023): 7–15.
Saputra, Wahyu, Muhammad Ali Murtadlo, and Aftab Haider. “Challenges in Upholding Women’s Post-Divorce Rights: Experiences from Legal Practitioners in the Mataraman Region, East Java.” Al-Hukama’: The Indonesian Journal of Islamic Family Law 14, no. 1 (2024): 46–73.
Saraswati, Rika. “Perspektif Gender dalam Sistem Peradilan Indonesia.” Jurnal Legislasi Indonesia 17, no. 3 (2020).
Setiabudi, Helpan, Abdul Rachmad Budiono, and Hanif Nur Widhiyanti. “Ex Officio Judge’s Authority Towards Fulfillment of Women’s and Children’s Rights after Divorce as Reviewed from the Principle of Ultra Petita.” International Journal of Educational Review, Law and Social Sciences 5, no. 5 (2025): 3744–50.
Sibuea, Hotman P. Asas Negara Hukum, Peraturan Kebijakan, dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik. Jakarta: Erlangga, 2010.
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2017 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2019 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2018 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2013 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2016 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.
Syatibi, Abu Ishaq al-. al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari’ah. Juz II. Beirut: Dar al-Ma’rifah, t.t.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3019).
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Zuhaili, Wahbah al-. al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh. Juz VII. Damaskus: Dar al-Fikr, 1985.