Harmonisation of the Mechanisms for Implementing Plea Bargaining in Money-Laundering Cases to Achieve Speedy, Simple and Affordable Justice in Indonesia
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian hukum normatif ini menelaah batas mekanisme pengakuan bersalah menurut Pasal 78 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 dalam perkara tindak pidana pencucian uang. Pendekatan perundang-undangan dan perbandingan fungsional digunakan untuk menguji persyaratan perkara, kendali hakim, hak terdakwa, serta perlindungan aset dan korban berdasarkan Rule 11 hukum acara pidana federal Amerika Serikat dan §257c StPO Jerman. Hasilnya menunjukkan bahwa mekanisme pengakuan bersalah Indonesia tidak identik dengan plea bargaining Amerika, dan perluasan untuk perkara pencucian uang yang berada di luar syarat undang-undang harus melalui perubahan legislasi, bukan penafsiran yang melampaui rumusan. Model reformasi mengutamakan pembuktian hasil tindak pidana, pendampingan advokat, pengujian kesukarelaan, verifikasi pemulihan aset dan perlindungan pihak ketiga.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Alexander Schemmel, Christian Corell, Natalie Richter, Plea Bargaining in Criminal Proceedings: Changes to Criminal Defense Counsel Practice as a Result of the German Constitutional Court Verdict of 19 March 2013, Vol. 15, No. 1, 2019
Atok Illah, Analisis Yuridis Pengaturan Plea Bargaining dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia, Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, Vol. 32, No. 2, 2026
Choky Risda Ramadhan, Fransiscus Manurung, Adery Ardhan Saputro, Konsep dan Penerapan Plea Bargain di Beberapa Negara, Jurnal Peradilan Indonesia Vol. 3, Juli -Desember 2015
Ellen S. Podgor, White Collar Shortcuts, University Of Illinois Law Review, Vol. 4, No.3, 2018
F. A. Novlindo Jayadi, Herlita Eryke, Plea Bargaining Pasca-UU No 20 Tahun 2025: Voluntariness, Due Process, dan Perlindungan Hak Terdakwa, Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Vol. 5, No. 5, 2026
Henin Dyah Syafrina, Slamet Sudi Illahi, Bintang Pramadhani Hariadi Putra, Naura Tsurayya Hasnaa, Model Pengaturan Plea Bargaining Dalam Pembaharuan Hukum Acraa Pidana Indonesia, Jurnal USM Law Review, Vol. 9, No. 1, 2026
Maidin Gultom, Azwir Agus, Christoper Panal Lumban Gaol, Analisis Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia, Bandung: PT Refika Aditama, 2024
Máximo Langer, Rethinking Plea Bargaining: The Practice and Reform of Prosecutorial Adjudication in American Criminal Procedure, American Journal Of Criminal Review, Vol. 33, No. 3, 2006
Megawati Iskandar Putri, Ufran, dan Lalu Saipudin, Pengaturan Konsep Lembaga Plea Bargaining dalam Pembaharuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Jurnal Parhesia, Vol. 2, No. 1, 2024
Muhammad Yusuf dkk, Ikhtisar Ketentuan Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, National Legal Reform Program, Jakarta, 2011
Regina Rauxloh, Plea Bargaining in National and International Law, (London: Routledge, 2012), Hlm. 25-26
Syiiis Nurhadi, Rodliyah, Any Suryani Hamzah, Konsep Hasil Tindak Pidana Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, Vol. 7, No. 1, 2019
Thomas Weigend, Jenia Iontcheva Turner, The Constitutionality of Negotiated Criminal Judgments in Germany, German Law Journal, Vol. 15, No. 1, 2019
William & Marry, Plea Bargaining And Disclosure In Germany And The United States: Comparative Lessons, Law Review, Vol. 57, N0. 4, 2016
William J. Stuntz, The Collapse of American Criminal Justice, (Cambridge: Harvard University Press, 2013)
Yesmil Anwar, Sistem Peradilan Pidana (Konsep, Komponen, Dan Pelaksanaanya Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia), Widya Padjajaran, Bandung
United States. Federal Rules of Criminal Procedure, Rule 11(b), Guilty Pleas.
Germany. Strafprozessordnung, §§244(2), 257c, Verständigung zwischen Gericht und Verfahrensbeteiligten.
Republic of Indonesia. Law Number 20 of 2025 concerning the Criminal Procedure Code, article 78.