Interfaith Marriages Abroad: Civil Registration, Article 56 and the Limits of Fraus Legis

Main Article Content

Abstract

Interfaith marriages solemnized abroad raise legal problems at the intersection of marriage law, population administration, and private international law. This study examines the authority of the Population and Civil Registration Office (Disdukcapil) to receive reports of overseas marriages, assesses the use of Article 56 of the Marriage Law as a basis for administrative recognition, and identifies circumstances in which the deliberate choice of a foreign jurisdiction may amount to legal evasion or fraus legis. The study uses normative legal research with statutory, conceptual, and case approaches. It finds that civil registration is principally administrative and declaratory and therefore does not itself validate the marriage materially under religious law. Nevertheless, the validity of an overseas marriage involving Indonesian citizens remains limited by the statutory requirement that it must not violate the Indonesian Marriage Law. The deliberate transfer of a connecting factor to a foreign jurisdiction may indicate fraus legis when it is intended to avoid mandatory national rules and lacks a genuine connection with the chosen jurisdiction. The unresolved relationship between administrative registration and substantive validity creates potential cancellation risks and legal uncertainty for spouses, children, and good-faith third parties. The article recommends statutory harmonization, clearer indicators of legal evasion, consistent document verification, and stronger protection of children’s civil rights.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Harianti, Evi, and Jihan Shafa Salsabila. 2026. “Interfaith Marriages Abroad: Civil Registration, Article 56 and the Limits of Fraus Legis”. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum 4 (2): 1483-97. https://doi.org/10.70308/0v9b6068.

References

Assegaf, Muhammad, Dominikus Rato, and Moh. Ali. “Keabsahan Perkawinan Beda Agama Pasca Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023: Studi Kasus Penetapan Nomor 423/Pdt.P/2023/PN.Jkt.Utr.” Acten Journal Law Review 1, no. 2 (2024): 159–172. https://doi.org/10.71087/ajlr.v1i2.6.

Atmoko, Dwi. “Status dan akibat hukum terhadap perkawinan beda agama yang dilangsungkan di luar negeri dalam persfektif hukum positif.” Jurnal Ilmiah Publika 10, no. 2 (2022): 342–350. https://doi.org/10.33603/publika.v10i2.7793.

Baharini, Ely, and Vernanda Salam. “Penentuan Keabsahan Perkawinan Antar Warga Negara Indonesia Berbeda Agama yang Dilangsungkan di Luar Negeri.” Notary Journal 5, no. 1 (2025): 62–78. https://doi.org/10.19166/nj.v5i1.10007.

Dewi, Putu Eka Trisna. “Akibat hukum perkawinan beda agama yang dilangsungkan di luar negeri.” Jurnal Yustitia 14, no. 2 (2020): 28–34. https://doi.org/10.62279/yustitia.v14i2.491.

Fatahullah, Israfil, and Sri Hariati. “Problematika Keabsahan Perkawinan Beda Agama Yang Dilakukan Di Luar Wilayah Hukum Indonesia.” Journal Kompilasi Hukum 5, no. 1 (2020): 41–55. https://doi.org/10.29303/jkh.v5i1.36.

Gautama, Sudargo. Hukum Perdata Internasional Indonesia. Jilid III Bagian I, Buku ke-7. Bandung: Alumni, 1995.

Halim, Abdul, and Carina Rizky Ardhani. “Keabsahan perkawinan beda agama diluar negeri dalam tinjauan yuridis.” Jurnal Moral Kemasyarakatan 1, no. 1 (2016): 67–75. https://doi.org/10.21067/jmk.v1i1.1187.

Hutabarat, Dany Try Hutama, Komis Simanjuntak, and Syahrunsyah. “Pengelabuan Hukum Perkawinan Atas Perkawinan Beda Agama.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 2 (2022): 322–334. https://doi.org/10.26623/jic.v7i2.5383.

Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013.

Kamilah, Anita. “Keabsahan perkawinan beda agama yang dilaksanakan di luar negeri.” Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) 1, no. 1 (2018): 116–127. https://doi.org/10.29313/tahkim.v1i1.3325.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 1400 K/Pdt/1986.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 805 K/Pdt/2013.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Bagi Hakim Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat yang Berbeda Agama dan Kepercayaan.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2015 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 24/PUU-XX/2022, January 31, 2023.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 46/PUU-VIII/2010, February 13, 2012.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 68/PUU-XII/2014, June 18, 2015.

Masriani, Yulies Tiena, Maskus Suryoutomo, and Ridho Pakina. “Validitas Perkawinan Beda Agama Di Luar Negeri Dalam Regulasi Hukum Privat Indonesia.” Notary Law Research 5, no. 2 (2024): 1–12. https://doi.org/10.56444/nlr.v5i2.1639.

Mayasari, Lutfiana Dwi. “Tinjauan Yuridis Terhadap Penyelundupan Hukum dalam Perkawinan Campuran.” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law 1, no. 1 (2020): 37–58. https://doi.org/10.51675/jaksya.v1i1.140.

Murniwati, Rahmi. “Akibat Hukum Bagi Anak yang Lahir dari Perkawinan Beda Agama Setelah Berlakunya Sema No. 2 Tahun 2023.” Unes Journal of Swara Justisia 7, no. 4 (2024): 1383–1392. https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i4.468.

Pasyah, Taroman. “Penyelundupan Hukum Dalam Hukum Perkawinan Beda Agama di Indonesia; Kajian Dalam Perspektif Fiqh Islam dan Undang-Undang Perkawinan.” Simbur Cahaya (2021): 146–164. https://doi.org/10.28946/sc.v28i2.867.

Pratiwi, Dian Khoreanita. “Tinjauan yuridis penyelundupan hukum perkawinan beda agama berdasarkan undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.” Jurnal Hukum Media Bhakti 2, no. 1 (2020). https://doi.org/10.32501/jhmb.v2i1.15.

Purbacaraka, Purnadi, and Agus Brotosusilo. Sendi-Sendi Hukum Perdata Internasional. Jakarta: Rajawali Pers, 1989.

Putra, Teguh Kharisma. “Penerapan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 Terhadap Perkawinan Beda Agama di Luar Negeri.” Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) 2, no. 1 (2024): 39–56. https://doi.org/10.61930/jsii.v2i1.581.

Romli, Muhammad, Nurul Huda, and Aspandi. “Pencatatan Perkawinan Beda Agama di Indonesia.” Al-'`Adalah : Jurnal Syariah dan Hukum Islam 7, no. 2 (2022): 377–405. https://doi.org/10.31538/adlh.v7i2.2877.

Soebandi, and Benny Haryono. “Perkawinan Beda Agama Yang Dilakukan Di Luar Negeri Berdasarkan Hukum Positif Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Raad Kertha 3, no. 1 (2020): 69–87. https://doi.org/10.47532/jirk.v3i1.169.

Supriadi. “Tinjauan hukum terhadap perkawinan beda agama yang dilaksanakan di luar indonesia.” AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan 2, no. 1 (2020): 40–52. https://doi.org/10.35673/as-hki.v2i1.691.

Usman, Rachmadi. “Makna pencatatan perkawinan dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di indonesia.” Jurnal Legislasi Indonesia 14, no. 3 (2018): 255–273. https://doi.org/10.54629/jli.v14i3.80.

Witoko, Prasetyo Ade, and Ambar Budhisulistyawati. “Penyelundupan hukum perkawinan beda agama di indonesia.” Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi 7, no. 2 (2019): 251–257. https://doi.org/10.20961/hpe.v7i2.43015.

Yonathin, Lina Kristie, and Ariawan Gunadi. “Konflik Norma SEMA Nomor 2 Tahun 2023 Dengan Putusan Pengadilan Pencatatan Perkawinan Beda Agama.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 1485–1497. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12299.