Legal Certainty of Wage Determination as the Basis for Calculating BPJS Employment Contributions and Its Implications for Employer Accountability in North Sumatra

Main Article Content

Abstract

Workers’ social security protection depends on employers’ compliance with wage reporting and contribution payment obligations. This study examines legal certainty in determining wages as the basis for calculating BPJS Ketenagakerjaan contributions and analyzes its implications for employer liability in North Sumatra. It employs a normative-empirical legal research method with a descriptive-analytical approach, combining statutory analysis with empirical information obtained from interviews. The analysis focuses on Law No. 24 of 2011 concerning Social Security Administering Bodies, Government Regulation No. 44 of 2015, and Government Regulation No. 86 of 2013. The findings indicate differences in employers’ understanding of wage components, particularly the classification and reporting of allowances, as well as variations in payroll administration and workers’ access to contribution information. These conditions highlight the importance of clear regulatory guidance, accurate wage records, and effective verification procedures. The study also establishes that discrepancies between actual and reported wages do not automatically constitute criminal offenses. Criminal liability must be assessed based on the applicable statutory provisions, the elements of the alleged offense, and sufficient supporting evidence. Administrative noncompliance must therefore be distinguished from conduct that fulfills the requirements for criminal liability. The study recommends strengthening employer guidance, interagency coordination, wage-reporting verification, and workers’ access to complaint mechanisms. These measures can improve regulatory compliance, support the protection of workers’ social security rights, and promote consistent legal enforcement.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Yusuf, Darmawan. 2026. “Legal Certainty of Wage Determination As the Basis for Calculating BPJS Employment Contributions and Its Implications for Employer Accountability in North Sumatra”. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum 4 (2): 1744-60. https://doi.org/10.70308/qqqawz58.

References

Afzulkifli, M., J. Emirzon, and Z. Ibrahim. “Penyelesaian tunggakan iuran dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap pekerja.” Lex LATA 2, no. 2 (2020). https://doi.org/10.28946/lexl.v2i2.707.

Baihaqi, A., and B. A. Prasetyo. “Pengaturan dan penegakkan hukum pengupahan dalam sistem hukum ketenagakerjaan.” Jurnal Pena Hukum 1, no. 1 (2022). https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JPH/article/view/27808.

BPJS Ketenagakerjaan. Laporan terintegrasi 2024: Innovating with integrity, fostering loyalty. 2024. https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/laporan-terintegrasi.html.

Dela, S., and W. E. Putra. “Optimization of corporate compliance procedures in the payment of BPJS Ketenagakerjaan contributions in Jambi.” Jambi Accounting Review 6, no. 3 (2025): 13–21. https://doi.org/10.22437/axfhw630.

Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara.. “Kadisnaker terus mengingatkan perusahaan agar patuh dan taat membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.” July 17, 2025. https://disnaker.sumutprov.go.id/artikel/kadisnaker-terus-mengingatkan-perusahaan-agar-patuh-dan-taat-membayar-iuran-bpjs-ketenagakerjaan.

Hulopi, W. N., R. Kasim, and R. W. Amu. “Efektivitas terhadap sanksi pidana bagi perusahaan yang menunggak iuran jaminan sosial ketenagakerjaan: Studi di BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo.” Majelis: Jurnal Hukum Indonesia 2, no. 2 (2025): 83–97. https://doi.org/10.62383/majelis.v2i2.648.

Kristianto, W., and H. Chariansyah. “Pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus dalam penelitian hukum normatif.” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 11, no. 3 (2026): 1–14. https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.63626.

Lawolo, A. E. P., S. Simanullang, and H. Pahlevi. “Criminal liability for companies that register part of the BPJS Employment Program.” Contemporary Journal of Applied Sciences 2, no. 12 (2025): 959–966. https://doi.org/10.55927/cjas.v2i12.13334.

Luthfiana, U. “Perlindungan hukum terhadap pekerja/buruh penerima upah dalam suatu perusahaan yang tidak diikutsertakan dalam keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS.” Progresif: Jurnal Hukum 10, no. 1 (2016). https://doi.org/10.33019/progresif.v10i1.181.

Marzuki, P. M. Penelitian hukum. Edisi revisi, cetakan ke-15. Kencana, 2021.

Pangaribuan, A. M. A. “Metode wawancara dalam penelitian hukum doktrinal dan sosio-legal.” Undang: Jurnal Hukum 6, no. 2 (2024): 351–383. https://doi.org/10.22437/ujh.6.2.351-383.

Putri, D. I. I., L. Anggraeni, and Widyastutik. “Faktor yang mempengaruhi kelancaran pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan (Studi kasus di Kota Tangerang).” Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan 12, no. 1 (2023): 84–100. https://doi.org/10.29244/jekp.12.1.2023.84-100.

Riana, A. “Pelindungan hukum pekerja terhadap ketidaksesuaian pelaporan upah yang didaftarkan ke BPJS oleh perusahaan (Studi kasus PT MLG).” Juridica: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Gunung Rinjani 6, no. 2 (2025): 58–68. https://doi.org/10.46601/juridicaugr.v6i2.410.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja, Pekerja, dan Penerima Bantuan Iuran dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2023 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Satria, D. F., C. W. Haruni, and F. Esfandiari. “Kepastian hukum terhadap iuran peserta BPJS pasca Putusan Mahkamah Agung Nomor 7P/HUM/2020.” Indonesia Law Reform Journal 1, no. 2 (2021): 153–164. https://doi.org/10.22219/ilrej.v1i2.16934.

Tan, D. “Metode penelitian hukum: Mengupas dan mengulas metodologi dalam menyelenggarakan penelitian hukum.” Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 8, no. 8 (2021): 2463–2478. https://doi.org/10.31604/jips.v8i8.2021.2463-2478.

Tsani, M. F. A. Pelindungan hukum bagi pekerja terhadap ketidaksesuaian pelaporan upah yang didaftarkan ke BPJS oleh perusahaan (Studi kasus PT. XYZ) [Tesis magister, Universitas Gadjah Mada]. ETD Universitas Gadjah Mada. 2023. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/220548.

Yanova, M. H., P. Komarudin, and H. Hadi. “Metode penelitian hukum: Analisis problematika hukum dengan metode penelitian normatif dan empiris.” Badamai Law Journal 8, no. 2 (2023): 394–408. https://doi.org/10.32801/damai.v8i2.17423.

Yusuf, F. M., and A. A. Thohari. “Konsekuensi hukum terhadap perusahaan dan tenaga kerja akibat ketidakpatuhan dalam pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan.” Jurnal USM Law Review 7, no. 3 (2024): 1674–1689. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.10653.