Isi Artikel Utama

Abstrak

Pembelajaran seni rupa di sekolah dasar sering berhenti pada latihan menggambar yang bersifat umum sehingga belum sepenuhnya menghubungkan pengalaman estetik siswa dengan budaya lokal di sekitarnya. Artikel ini bertujuan merumuskan desain pembelajaran seni rupa dua dimensi berbasis kearifan lokal Batu Larung Peratin Tuo sebagai sumber inspirasi visual, nilai, dan identitas budaya siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis artikel jurnal tentang megalitik Jambi, Batu Larung, pembelajaran seni rupa, kreativitas, dan apresiasi budaya. Hasil kajian menghasilkan rancangan model pembelajaran LARUNG, yaitu Lihat konteks budaya, Amati unsur rupa, Rancang ide visual, Ungkapkan karya, Nilai secara reflektif, dan Gelar karya. Model ini menempatkan Batu Larung bukan sebagai objek yang disalin mentah-mentah, melainkan sebagai sumber pembacaan bentuk, motif, cerita, dan nilai penghormatan terhadap warisan budaya. Pembelajaran dirancang melalui kegiatan observasi visual, diskusi makna, eksplorasi unsur garis-bidang-warna, pembuatan karya dua dimensi, kritik sederhana, dan pameran kelas. Desain ini berpotensi meningkatkan kreativitas visual, kemampuan apresiasi budaya, serta kebanggaan siswa terhadap identitas lokal Merangin.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Sayyid Rahman Kholik, Rocky Pratama, Siswanto Saputra, & Sari, F. M. (2026). PEMBELAJARAN SENI RUPA DUA DIMENSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL BATU LARUNG PERATIN TUO UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN APRESIASI BUDAYA SISWA SEKOLAH DASAR. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 362–374. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/471
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
1 2 > >> 

1 2 3 4 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.