Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran seni rupa dua dimensi berbasis objek wisata Teluk Wang Sakti untuk siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development model ADDIE melalui tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teluk Wang Sakti memiliki potensi sebagai sumber belajar karena memuat bentang alam, flora, fauna, warisan budaya, dan legenda masyarakat. Model yang dikembangkan mengintegrasikan Project Based Learning dengan kearifan lokal dan dinilai valid, praktis, serta efektif dalam meningkatkan kreativitas dan kesadaran budaya siswa.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Putri, O., Sari, N. D., & Mutia. (2026). PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SENI RUPA DUA DIMENSI BERBASIS OBJEK WISATA TELUK WANG SAKTI. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 125–132. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/432
Referensi

Afrizal. (2015). Metode penelitian kualitatif: Sebuah upaya mendukung penggunaan penelitian kualitatif dalam berbagai disiplin ilmu. RajaGrafindo Persada.

Albayudi, & Wulandari, A. (2024). Perencanaan jalur interpretasi ekowisata Teluk Wang Sakti di Desa Biuku Tanjung Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 7(1), 1-9. https://doi.org/10.22437/jpb.v7i1.34570

Aini, K., & Mansurdin, M. (2024). Peningkatan hasil belajar seni rupa menggunakan model Project-Based Learning di kelas IV SD Negeri 45 Bungo Pasang, Kota Padang. e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar, 13(1).

Ambarwangi, S. (2013). Pendidikan multikultural di sekolah melalui pendidikan seni tradisi. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 13(1), 78-85.

Ayatrohaedi. (1986). Kepribadian budaya bangsa: Local genius. Pustaka Jaya.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Hidayat, T. (2023). Pembelajaran berbasis kerajinan lokal dalam pengembangan keterampilan motorik halus dan kreativitas siswa. Jurnal Pendidikan Seni, 15(2), 45-58.

Indrayuda. (2009). Penerapan pendekatan dan metode yang relevan dalam pembelajaran tari di SMP Negeri 5 Kota Solok. Jurnal Bahasa dan Seni, 10(2), 110-118.

Jufrida, J., Basuki, F. R., Rahma, S., & Kurniawan, W. (2018). Potensi ekowisata dan kearifan lokal di Kabupaten Merangin. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 25-35.

Lewis, J. (2008). Creative economy and cultural development. Routledge.

Prameswari, D., Fitriani, R., & Lestari, I. (2020). Pengembangan pembelajaran berbasis potensi lokal dalam pendidikan seni. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(2), 112-125.

Purnomo, E., Haerudin, D., Rohmanto, B., & Sudaryat, Y. (2017). Seni budaya: Studi dan pengajaran. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Rahmat, M. S., Munawarah, P. A., & Johari, A. R. (2023). Manajemen pembelajaran seni rupa berbasis kearifan lokal dalam mata pelajaran seni budaya kelas VII di MTsN 1 Lombok Barat. Jurnal Ilmiah Telaah, 8(1). https://doi.org/10.31764/telaah.v8i1.13368

Repindowaty, R. (2014). Geopark Merangin: Potensi dan pengembangan. Jurnal Geologi dan Sumber Daya Mineral, 15(3), 145-158.

Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran. Kencana Prenada Media Group.

Siswoyo, D., Suryati, K., Rohman, A., & Hendrowibowo, L. (2008). Ilmu pendidikan. UNY Press.

Swastivi, N. K. (2015). Geopark sebagai kawasan konservasi dan pengembangan wisata. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 8(2), 89-102.

Wahyudi, A. (2021). Menghadapi tantangan pendidikan seni di era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 27(1), 34-48.

Wijaya, A. (2017). Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran seni. Jurnal Kebudayaan dan Seni, 9(1), 1-8.

Yusyanti, D. (2019). Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai hak asasi manusia. Jurnal HAM, 10(2), 135-150.

1 2 3 4 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.