Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Anggota Baru Sanggar Tari Menggunakan Metode  System Development Life Cycle (SDLC) (Studi Kasus : Sanggar Tari Pelito Mudo Kabupaten Merangin)

Isi Artikel Utama

Abstrak

Kemajuan teknologi informasi di era globalisasi terus berkembang secara signifikan, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses serta mendistribusikan informasi dengan cepat. Kebutuhan akan informasi yang akurat dan mudah dijangkau juga menjadi aspek penting dalam suatu organisasi, terutama untuk mendukung penyebaran informasi mengenai berbagai kegiatan yang dijalankan, termasuk proses pendaftraran anggota baru. Di sisi lain, keberagaman budaya dan etnis di Indonesia merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Salah satu bentuk pelestarian budaya tersebut tampak pada seni tari tradisional, seperti seni tari yang berkembang di Provinsi Jambi. Sanggar Tari Pelito Mudo di Merangin, Jambi, merupakan salah satu sanggar seni yang aktif melestarikan seni tari daerah melalui kegiatan pelatihan, pembinaan, dan penyelenggaraan pertunjukan. Namun demikian, sanggar ini masih menghadapi kendala dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, karena proses distribusi informasi dan pendaftaran anggota masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkanlah solusi berupa media digital berbasis website yang memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi informasi, manajemen, dan edukasi. Website ini dirancang menggunakan metode System Development Life Cyle (SDLC) dengan model waterfall. Dengan adanya perancangan website ini, diharapkan Sanggar Tari Pelito Mudo dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat secara lebih luas, baik di dalam maupun di luar Merangin.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Anggota Baru Sanggar Tari Menggunakan Metode  System Development Life Cycle (SDLC) (Studi Kasus : Sanggar Tari Pelito Mudo Kabupaten Merangin). (2026). Digital Research Transformation, 2(2), 267-280. https://doi.org/10.70308/2jypq290

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>