Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi aplikasi parental control yang sudah ada guna memitigasi kecanduan smartphone pada santri selama masa libur pesantren, di mana pengawasan institusi pesantren berkurang dan akses bebas terhadap perangkat digital sering meningkatkan risiko adiksi. Metode yang digunakan adalah studi mixed-methods dengan desain konvergen paralel, menggabungkan data kuantitatif dari survei pra-pos (pre-post) dan data kualitatif dari analisis log aplikasi parental control. Subjek penelitian meliputi santri dari pesantren Al Khafidh Merangin, Jambi beserta orang tua mereka, yang dipilih secara purposive berdasarkan indikasi gejala kecanduan smartphone selama libur. Intervensi dilakukan dengan mengoptimalkan fitur aplikasi seperti pembatasan waktu layar, pemfilteran konten, dan pemantauan penggunaan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan: tingkat kecanduan smartphone pada pre-test rata-rata mencapai 40% (kategori sedang hingga tinggi), sedangkan pada post-test meningkat menjadi 85% kemajuan, dengan penurunan waktu penggunaan layar harian dan peningkatan pola pengawasan orang tua yang lebih aktif serta pengendalian diri santri. Temuan ini menonjolkan kebaruan berupa penerapan optimalisasi tool digital existing dalam konteks spesifik santri pesantren selama masa libur, yang jarang diteliti sebelumnya. Penelitian menyimpulkan bahwa optimalisasi aplikasi parental control merupakan solusi efektif, praktis, dan scalable untuk mengurangi dampak negatif kecanduan smartphone, sekaligus memperkuat peran orang tua dalam pengasuhan digital berbasis nilai pendidikan pesantren. Implikasinya adalah rekomendasi bagi pondok pesantren untuk mengintegrasikan pelatihan penggunaan parental control bagi orang tua santri guna mendukung pendidikan karakter yang seimbang di era digital.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Timor. S, A. F., Indria, L., Yanto, W., & Nurahman, H. (2026). Optimalisasi Aplikasi Parental Control Mitigasi Kecanduan Smartphone pada Santri Masa Libur Pesantren: Studi Mixed-Methods. Digital Research Transformation, 2(1), 11–20. https://doi.org/10.70308/drt.v2i1.369
Referensi

Akbar, M. T., & Siregar, M. U. (2024). A Survey on Software Requirements Engineering in Information Technology Institutions. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education), 9(2), 253–264. https://doi.org/10.21831/elinvo.v9i2.70862

Aulia Rahmah. (2022). Implementasi Pendidikan Pesantren Sebagai Upaya Meminimalisir Kecanduan Gadget Pada Era 5.0 Di Desa Ilung. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 1(3), 44–53. https://doi.org/10.35931/alfurqan.v1i3.5

Bandura, A. (1991). Social cognitive theory of self-regulation. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 248–287. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90022-L

Christiana, E. (2023). The Role of Parents in Preventing Bullying in Early Childhood. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 6209–6214. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.5214

Eka Damayanti, Arifuddin Ahmad, A. B. (2023). Dampak Negatif Penggunaan Gadget terhadap Remaja. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, Vol. 29 No (1), 1–10.

Fitri Hardianti, Fatmawati, F., Yuly Rahmi Pratiwi, & Godefridus Samderubun. (2025). Komunikasi Pengasuhan Orang Tua pada Anak di Era Digital. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(4), 1440–1452. https://doi.org/10.54259/mukasi.v4i4.5485

Guetterman, T. C., Fetters, M. D., & Creswell, J. W. (2015). Integrating quantitative and qualitative results in health science mixed methods research through joint displays. Annals of Family Medicine, 13(6), 554–561. https://doi.org/10.1370/afm.1865

Kahfi, A. H., Nugraha, F. S., Ridwansyah, R., & Nawawi, H. M. (2024). Pelatihan Pemanfaatan Digital Parenting Control Menggunakan Google Family Link Pada Ibu Taman Kampung Tangguh. Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, 6(1), 28–33. https://doi.org/10.33480/abdimas.v6i1.4788

Kwon, M., Kim, D.-J., Cho, H., & Yang, S. (2013). The Smartphone Addiction Scale: Development and Validation of a Short Version for Adolescents. PLoS ONE, 8(12), e83558. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0083558

Latif, S. I., Korompot, S., & Tuasikal, J. M. S. (2024). Deskripsi Kecanduan Handphone pada Siswa. Student Journal of Guidance and Counseling, 4(1), 57–68. https://doi.org/10.37411/sjgc.v4i1.2161

Mukarromah, L., Musayyadah, M., & Gupita, N. (2023). Efektivitas Pembelajaran Penggunaan Aplikasi Screen Time-Parental Control Dalam Penggunaan Gadget Pada Siswakelompok B Di Ra Raudlatul Mubtadiin. Idealita: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 3(2), 209–231. https://doi.org/10.62525/idealita.2023.v3.i2.209-231

Pratikno, A. S., & Sumantri, S. (2020). (SOLUSI) Program Studi PGMI, Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyah, Kencong, Jember, Jawa Timur. 13 (2013), 107–123.

Sari, A. P., Ilyas, A., & Ifdil, I. (2017). Tingkat Kecanduan Internet pada Remaja Awal. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 3(2), 110–117. https://doi.org/10.29210/02018190

Somantri, G. R. (2005). Memahami Metode Kualitatif. Makara Human Behavior Studies in Asia, 9(2), 57. https://doi.org/10.7454/mssh.v9i2.122

Subahri, B., & Said, I. G. (2025). Resiliensi Santri: Studi Internet Addiction pada Generasi Alpha. Jurnal Psikologi Integratif, 13(1), 108–129. https://doi.org/10.14421/jpsi.v13i1.3236

Wijaya, A. H., Virgonita, M., & Pratiwi, S. (2025). Internet-Based Parenting Interventions to Reduce Digital Addiction in Adolescents: A Systematic Review. Jurnal Impresi Indonesia, 4(5), 1483–1491. https://doi.org/10.58344/jii.v4i5.6502

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.