Meeran : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan menerima artikel dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Meeran : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli. Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu-isu terbaru terkait pembelajaran, dan pengembangan ilmu pengetahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Topik yang dibahas dapat dikategorikan dalam disiplin Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
Diterbitkan: 2026-01-09
Editor
Penerapan Metode Diskusi Kelompok Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SD Negeri 82/VI Rantau Limau Kapas Tahun Pelajaran 2024/2025
1-10
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V di SD Negeri 82/VI Rantau Limau Kapas melalui penerapan metode diskusi kelompok. Subjek penelitian adalah 30 siswa (15 laki-laki, 15 perempuan). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus: siklus I dan siklus II, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Instrumen penelitian meliputi tes membaca pemahaman, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pra-tindakan sebesar 62,3 meningkat menjadi 75,4 pada siklus I dan menjadi 88,1 pada siklus II. Ketuntasan klasikal (≥75) meningkat dari 40% pra-tindakan menjadi 70% siklus I dan 93% siklus II. Dengan demikian, metode diskusi kelompok terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 82/VI Rantau Limau Kapas.
Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Pendekatan Participatory Action Research (PAR) di Desa Mensanggo Provinsi Jambi
11-18
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pembinaan bagi remaja putus sekolah di Desa Mensanggo, Kabupaten Merangin, dalam meningkatkan keterampilan vokasional dan motivasi diri melalui pendekatan partisipatoris. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang menekankan pada partisipasi aktif subjek penelitian dalam siklus pemetaan, perencanaan, aksi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PAR berhasil mengubah paradigma remaja dari objek pasif menjadi subjek aktif. Program pelatihan vokasional berbasis potensi lokal, pendampingan psikososial, dan literasi digital secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri dan membuka peluang wirausaha baru. Program pembinaan berbasis PAR terbukti efektif sebagai strategi mitigasi pengangguran remaja di pedesaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi literasi digital dalam pemberdayaan vokasional tradisional, yang meningkatkan daya saing remaja desa di pasar modern.
Deskripsi Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini Pada Keluarga di Desa Rantau Panjang Kecamatan Muara Siau Kabupaten Merangin
19-25
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta lapangan yang menunjukkan rendahnya rasa percaya diri anak usia dini pada pendidikan keluarga di Desa Rantau Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan orang tua dan kendala yang dihadapi orang tua dalam menumbuhkembangkan rasa percaya diri anak pada pendidikan keluarga di Desa Rantau Panjang. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif yang berlokasi di Desa Rantau Panjang. Teknik keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi yaitu pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut, dan teknik trianggulasi yang digunakan adalah dengan pemeriksaan melalui sumber yang lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling dengan menetapkan informan kunci ibu Eva sebagai orang tua dan informan pendukung lainnya sebanyak 3 orang. Hasil penelitian: upaya orang tua menumbuhkembangkan rasa percaya diri anak usia dini di Desa Rantau Panjang adalah memberikan motivasi, apresiasi, mengajak anak berkomunikasi aktif pada anak yang memiliki kepercayaan diri rendah. Kendala yang di hadapi orang tua adalah kurangnya pengetahuan yang dimiliki orang tua, ketidakmauan anak bekerja sama, kesulitan dalamberkomunikasi.
Determinasi Kinerja Guru: Analisis Peran Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja pada Pendidikan Menengah di Kabupaten Merangin
26-33
Kinerja guru merupakan salah satu indikator utama keberhasilan institusi pendidikan, sehingga faktor-faktor yang memengaruhinya menjadi perhatian penting bagi peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi pendidikan. Penelitian ini mengkaji pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMAN 06 Merangin. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik sampel jenuh, di mana seluruh populasi yang berjumlah 63 guru dijadikan sebagai responden penelitian. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Regresi Linier Berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa budaya organisasi dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (F = 125,521; p < 0,000). Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 4,317; p < 0,000). Selain itu, motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 7,644; p < 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa penguatan budaya organisasi yang kondusif serta peningkatan motivasi kerja guru merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja guru dan kualitas pembelajaran di sekolah.
Perspektif Ontologi Islam dalam Pembelajaran Sains: Memahami Realitas Sosial dan Nilai Spiritual bagi Peserta Didik
34-42
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ontologi sains dalam pandangan Islam dengan menitikberatkan pada pemaknaan realitas sosial, khususnya fenomena kefakiran, dalam kerangka pembelajaran sains bagi peserta didik. Latar belakang penelitian ini didorong oleh dominasi paradigma sains materialistik dalam pendidikan modern yang sering kali memisahkan fakta empiris dari nilai-nilai spiritual. Dengan menggunakan metode tinjauan literatur (literature review), penelitian ini menganalisis sumber primer seperti Al-Qur’an, hadis, dan karya ulama klasik, serta jurnal akademik sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ontologi Islam dalam pembelajaran sains yang berlandaskan prinsip tauhid memungkinkan peserta didik memandang realitas sebagai kesatuan integratif antara dimensi material dan non-material. Dalam konteks pembelajaran mengenai kefakiran, peserta didik didorong untuk melihatnya bukan sekadar variabel ekonomi, melainkan sebagai kondisi eksistensial yang memuat tanggung jawab moral dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ontologi Islam dalam pendidikan sains memberikan kerangka holistik yang mendukung keadilan sosial dan pertumbuhan spiritual peserta didik.