Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Pendekatan Participatory Action Research (PAR) di Desa Mensanggo Provinsi Jambi
Bilah Samping Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Isi Artikel Utama
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pembinaan bagi remaja putus sekolah di Desa Mensanggo, Kabupaten Merangin, dalam meningkatkan keterampilan vokasional dan motivasi diri melalui pendekatan partisipatoris. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang menekankan pada partisipasi aktif subjek penelitian dalam siklus pemetaan, perencanaan, aksi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PAR berhasil mengubah paradigma remaja dari objek pasif menjadi subjek aktif. Program pelatihan vokasional berbasis potensi lokal, pendampingan psikososial, dan literasi digital secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri dan membuka peluang wirausaha baru. Program pembinaan berbasis PAR terbukti efektif sebagai strategi mitigasi pengangguran remaja di pedesaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi literasi digital dalam pemberdayaan vokasional tradisional, yang meningkatkan daya saing remaja desa di pasar modern.
Rincian Artikel
- Muhammad Zikri Farhan, Determinasi Kinerja Guru: Analisis Peran Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja pada Pendidikan Menengah di Kabupaten Merangin , Meeran : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan: Vol 3 No 1 (2026): Meeran : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.