INTEGRASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING: KAJIAN RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Isi Artikel Utama
Abstrak
Keberagaman karakteristik peserta didik di kelas merupakan tantangan nyata yang dihadapi guru sekolah dasar dalam merancang pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep pembelajaran berdiferensiasi, menganalisis karakteristik model Problem Based Learning (PBL), serta menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran yang mengintegrasikan keduanya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas IV di SDN 001/VI Bangko, Kabupaten Merangin. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan kajian konseptual terhadap berbagai sumber teoretis dan empiris yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi melalui penyesuaian konten, proses, dan produk mampu mengakomodasi keberagaman kesiapan, minat, dan profil belajar peserta didik. Sementara itu, model PBL terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Integrasi keduanya dalam rancangan pelaksanaan pembelajaran menghasilkan desain yang adaptif dan berpusat pada peserta didik, mencakup asesmen diagnostik, pengelompokan fleksibel, serta variasi produk belajar berupa poster, presentasi, dan laporan sederhana. Temuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pendekatan diferensiasi dan model PBL dapat menjadi strategi yang bermakna dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Arends, R. I. (2012). Learning to teach (9th ed.). McGraw-Hill.
Fitri, S., Ferinaldi, F., & Yani, A. (2024). Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Pada Pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 139/III Lempur Mudik. Jurnal Tonggak Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Teori Dan Hasil Pendidikan Dasar, 3(2), 160–175.
Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235–266. https://doi.org/10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3
Nafiah, Y. N., & Suyanto, W. (2014). Penerapan model problem-based learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Vokasi, 4(1), 125–143. https://doi.org/10.21831/jpv.v4i1.2540
Pertiwi, D. A., & Suryani, N. (2021). Penerapan pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 5799–5808. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i6.1765
Rachmawati, Y., Ma'rifah, D. R., & Murniasih, T. R. (2022). Efektivitas model problem based learning berbasis diferensiasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SD. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 214–226.
Redhana, I. W. (2019). Mengembangkan keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran kimia. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 13(1), 2239–2253.
Santangelo, T., & Tomlinson, C. A. (2012). Teacher educators' perceptions and use of differentiated instruction practices: An exploratory investigation. Action in Teacher Education, 34(4), 309–327. https://doi.org/10.1080/01626620.2012.717032
Sukmawati, R., & Ardianti, S. D. (2021). Pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap keterlibatan belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 102–115.
Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.