Isi Artikel Utama

Abstrak

Keberagaman karakteristik peserta didik di kelas menjadi salah satu tantangan mendasar dalam praktik pembelajaran di sekolah dasar. Artikel ini menyajikan rancangan implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang diintegrasikan dengan model discovery learning pada materi bagian-bagian tumbuhan untuk peserta didik kelas IV SD. Pendekatan berdiferensiasi diterapkan melalui tiga dimensi utama, yakni diferensiasi konten, proses, dan produk, dengan mempertimbangkan kesiapan belajar, minat, serta profil belajar masing-masing peserta didik. Model discovery learning dipilih karena mampu mendorong peserta didik menemukan pengetahuan secara aktif melalui serangkaian tahapan sistematis mulai dari pemberian rangsangan hingga penarikan kesimpulan. Rancangan pembelajaran ini disusun untuk satu pertemuan dengan alokasi waktu 2 × 35 menit pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas IV Kurikulum Merdeka. Hasil rancangan menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan ini berpotensi mengakomodasi perbedaan kemampuan peserta didik sekaligus membangun keterampilan berpikir ilmiah. Profil Pelajar Pancasila yang meliputi bernalar kritis, gotong royong, mandiri, dan kreatif dapat dikembangkan secara bersamaan melalui struktur kegiatan yang dirancang dalam RPP ini.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hayatun, Ulva Mariyam, Seri Isnani, & Rivaldo. (2026). IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI BAGIAN-BAGIAN TUMBUHAN DI KELAS IV SDN 150 DESA LUBUK BUMBUN. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 584–593. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/511
Referensi

Alfiyanti, D. G., & Erita, Y. (2023). Peningkatan proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila (PP) pada Kurikulum Merdeka dengan menggunakan model cooperative learning tipe Numbered Heads Together (NHT) di sekolah dasar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(2), 1489–1504.

Avandra, R., & Desyandri. (2023). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA kelas VI SD. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 8(2), 2944–2960. https://doi.org/10.36989/didaktik.v8i2.618

Azmy, B., & Fanny, A. M. (2023). Pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah dasar. Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(2), 217–223.

Buku Guru dan Buku Siswa IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka.

Depdikbud. (2022). Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Berdiferensiasi. Jakarta: Kemendikbud.

Fitri, S., Ferinaldi, F., & Yani, A. (2024). Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Pada Pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 139/III Lempur Mudik. Jurnal Tonggak Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Teori Dan Hasil Pendidikan Dasar, 3(2), 160–175.

Rosiyani, A. I., Salamah, A., Lestari, C. A., & Anggraini, S. (2024). Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(3), 1–10. https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.271

Rusman. (2018). Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Slavin, R. E. (2015). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Bandung: Nusa Media.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tomlinson, C. A. (2001). How to Differentiate Instruction in Mixed-Ability Classrooms. Alexandria, VA: Association for Supervision and Curriculum Development.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.