Isi Artikel Utama

Abstrak

Artikel ini mengkaji pengembangan seni rupa dua dimensi berbasis kearifan lokal melalui motif ukiran Bungo Tanjung pada Rumah Tuo di Kabupaten Merangin, Jambi. Tujuan kajian adalah mendeskripsikan karakter visual motif, nilai filosofis, proses stilisasi, dan pemanfaatannya sebagai media pembelajaran serta pelestarian budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengembangan karya berbasis praktik, studi pustaka, observasi visual, dokumentasi, dan analisis unsur seni rupa. Hasil kajian menunjukkan bahwa motif Bungo Tanjung memuat nilai keindahan, kesucian, keharmonisan, keteraturan, dan hubungan manusia dengan alam. Motif tersebut dapat dikembangkan melalui identifikasi bentuk, eksplorasi visual, penyusunan sketsa, pewarnaan, dan evaluasi prinsip seni rupa. Pengembangan ini relevan sebagai sumber belajar kontekstual, media promosi budaya, dan strategi pewarisan identitas lokal kepada generasi muda.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Ciptianingrum, R., Meilani, S. N., & Saputri, M. (2026). PENGEMBANGAN SENI RUPA DUA DIMENSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA UKIRAN BUNGO TANJUNG RUMAH TUO DI MERANGIN. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 280–291. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/456
Referensi

Adhanita, S. (2013). Pengembangan Batik Jambi motif Sungai Penuh sebagai bentuk kontribusi pada pembangunan. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 9(4), 381-392. https://doi.org/10.14710/pwk.v9i4.6676

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Febrian, D. (2019). Ragam Batik Jambi yang ada di Kabupaten Batang Hari. Jurnal Edukasi Kultura, 6(2). https://doi.org/10.24114/edukasi%20kultura.v1i2.18327

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (2026). Desa Wisata Rumah Tuo Rantau Panjang. Jejaring Desa Wisata. https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/rumah_tuo_rantau_panjang

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nandya, P. O., Anggita, M., Nalendra, R. B. J., Agustin, N. A. P., Jamil, M. S., Mualif, S., Prastiwi, J., & Resik, K. M. S. (2026). Batik Jambi: A hidden gem in the heart of Sumatra. Jurnal Prajaiswara, 6(3). https://doi.org/10.55351/prajaiswara.v6i3.229

Nurlidianti, N., Saputra, M. A., & Purnomo, B. (2025). Pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya Rumah Tuo Rantau Panjang sebagai media pembelajaran sejarah lokal. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 33337-33345. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i3.32892

Rajagukguk, R. P., Destrinelli, D., & Rosmalinda, D. (2026). Validitas media digital berbasis kearifan lokal Batik Jambi untuk pembelajaran IPAS perubahan wujud zat kelas IV. Elementary: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 6(2), 287-297. https://doi.org/10.51878/elementary.v6i2.9525

Rizkia, I., Ernanda, E., & Izar, J. (2023). Makna leksikal dan makna kultural pada ornamen-ornamen dan peninggalan-peninggalan sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang: Kajian etnolinguistik. Kajian Linguistik dan Sastra, 2(2), 141-150. https://doi.org/10.22437/kalistra.v2i2.23262

Sastrawati, E. (2024). Ethnomathematic exploration of the Kajang Lako House. International Conference on Teaching and Learning Proceeding, 2(1), 60-69.

Soehardjo, A. J. (2012). Pendidikan seni: Strategi pembelajaran seni rupa. Universitas Negeri Malang.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Supana, S. (2019). Batik Jambi as a reflection of local wisdom. Proceedings of the 2nd International Conference on Local Wisdom. https://doi.org/10.4108/eai.29-8-2019.2289021

Susanti, N., Muazzomi, N., Indryani, I., & Sanova, A. (2020). Workshop eco-batik berbasis konservasi local wisdom bagi guru-guru PAUD/TK di Kota Jambi sebagai upaya revitalisasi budaya Batik Jambi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak, 1(2), 30-39. https://doi.org/10.22437/jpm.v1i2.11373

Susanto, M. (2018). Diksi rupa: Kumpulan istilah seni rupa. DictiArt Laboratory.

UNESCO. (2009). Indonesian batik. Intangible Cultural Heritage. https://ich.unesco.org/en/RL/indonesian-batik-00170

Wijaya, A. A., Syarifuddin, S., & Dhita, A. N. (2021). Nilai-nilai kearifan lokal rumah adat Kajang Lako di Jambi. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 10(1), 60-69. https://doi.org/10.36706/jc.v10i1.11488

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.