Isi Artikel Utama

Abstrak

Pembelajaran seni rupa dua dimensi perlu dikembangkan secara kontekstual melalui budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pembelajaran seni rupa 2D berbasis motif Keluk Paku sebagai sumber eksplorasi bentuk, komposisi, dan makna. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 25 mahasiswa semester IV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Merangin. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, angket, dan tes praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Keluk Paku memuat nilai estetika, perlindungan, tanggung jawab sosial, dan semangat menuntut ilmu. Implementasi pembelajaran menghasilkan respons positif sebesar 88% dan nilai praktik rata-rata 85,6. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis motif Keluk Paku layak digunakan untuk meningkatkan kreativitas sekaligus melestarikan budaya lokal.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Olivia, Sari, N., & Norisimalia. (2026). PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SENI RUPA DUA DIMENSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MOTIF KELUK PAKU. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 37–42. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/415
Referensi

Aisah, S., Hopipah, R., & Saputri, D. A. (2024, December). Teacher Strategies in Developing Student Identity Through A Culturally responsive teaching (CRT) Approach in Primary Schools. In ICEETE Conference Series (Vol. 2, No. 1, pp. 309-314).

Azhura, P. (2023). Analisis motif Keluk Paku pada arsitektur Masjid Agung Pondok Tinggi [Skripsi]. Universitas Jambi.

Badan Pelestarian Cagar Budaya. (1998). Motif-motif tradisional Jambi. Badan Pelestarian Cagar Budaya.

Borg, W. R., & Gall, M. D. (1983). Educational research: An introduction (4th ed.). Longman.

Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Dharma, S. (2023). Makna simbolis motif Naguri Lahaek. Penerbit Universitas Jambi.

Dinas Kebudayaan Kepulauan Riau. (2016). Motif ornamen khas Melayu Kepulauan Riau. Disbud Kepri, 3(1), 12-20.

Fitriani, L., & Surya, A. (2022). Pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal di perguruan tinggi. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(3), 200-210.

Gustami, S. P. (2008). Nukilan seni ornamen Indonesia. Arindo Nusa Media.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Rohidi, T. R. (2011). Metodologi penelitian seni. Cipta Prima Nusantara.

Sari, M., & Fatimah, A. S. (2026). Deskripsi Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini Pada Keluarga di Desa Rantau Panjang Kecamatan Muara Siau Kabupaten Merangin. Meeran: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 3(1), 19-25.

Sudarman, R. (2021). Nilai filosofis dalam ornamen tradisional Jambi. Jurnal Seni Rupa Nusantara, 5(2), 110-121.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian dan pengembangan: Research and development. Alfabeta.

Wahyu, M., Hendra, & Rahmi, H. (2025). Kreasi motif Keluk Paku pada tas kulit. Relief: Journal of Craft, 4(2), 45-52.

Zakaria. (1984). Ragam hias Kerinci. Penerbit Daerah.

<< < 1 2 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.