Isi Artikel Utama

Abstrak

Peribahasa Jambi merupakan warisan budaya immaterial yang mengandung nilai-nilai moral, etika, dan kebijaksanaan sosial. Penelitian ini menganalisis 46 peribahasa/seloko adat Jambi untuk mengidentifikasi fungsi pragmatik dan nilai-nilai yang dikandungnya. Menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, data dianalisis berdasarkan kategori makna dan fungsi sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan peribahasa Jambi memiliki lima fungsi utama: (1) pengajaran budi pekerti (32,6%), (2) pengambilan keputusan musyawarah (17,4%), (3) nasihat pergaulan (15,2%), (4) pemberitahuan atau peringatan (19,6%), dan (5) pengamalan adat (15,2%). Peribahasa ini menggunakan metafora alam, perumpamaan, dan paralelisme untuk menyampaikan pesan moral yang kompleks. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peribahasa Jambi memiliki potensi besar sebagai media internalisasi nilai-nilai budaya lokal. Oleh karena itu, peribahasa Jambi perlu diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pendidikan karakter di berbagai jenjang pendidikan. Integrasi ini penting untuk mempertahankan dan mentransmisikan nilai-nilai budaya lokal di era digital yang sarat dengan arus globalisasi.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Yusrizal, Y., Antoni, W., Diana, A., & Anwar, K. (2026). Fungsi Sosial Budaya Peribahasa Jambi: Analisis Pragmatik dan Implikasi Pedagogis. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(1), 100–114. https://doi.org/10.70308/grata.v3i1.366
Referensi

Alatas, U. H., Syukurman, M., Tami, S., & Afrinovera, A. (2023). Pattern of Education in Pre-Prosperous Families (Case Study in Temenggung Village, Limun District Sarolangun Regency Jambi Province). Learning Community: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 7(1), 17-22.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative research for education: An introduction to theories and methods (5th ed.). Pearson Education.

Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge University Press.

Chandra, F. (2023). Antropologi Hukum Dalam Masyarakat. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 1(1), 1-11.

Djajasudarma, F., Setiowati, A., & Widjaja, G. (1995). Nilai budaya dalam ungkapan dan peribahasa Sunda. Pustaka Jaya.

Duranti, A. (1997). Linguistic anthropology. Cambridge University Press.

Harmaini, H., & Chandra, F. (2020). Selayang pandang hukum adat di Kabupaten Merangin: Kajian masyarakat hukum adat. ADIL, 2(1), 32-39.

Hymes, D. H. (1972). Models of the interaction of language and social life. In J. J. Gumperz & D. H. Hymes (Eds.), Directions in sociolinguistics: The ethnography of communication (pp. 35-71). Holt, Rinehart and Winston.

Hoey, M. (1983). On the surface of discourse. George Allen and Unwin.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (5th ed.).

Keesing, R. M. (1974). Theories of culture. Annual Review of Anthropology, 3, 73-97.

Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.

Kridalaksana, H. (2020). Etnolinguistik Indonesia: Pelestarian bahasa dan identitas budaya. Gramedia Pustaka Utama.

Lakoff, G., & Johnson, M. (1980). Metaphors we live by. University of Chicago Press.

Leech, G. N. (1983). Principles of pragmatics. Longman.

Naim, A. (2018). Peribahasa Minangkabau: Analisis bentuk, fungsi, dan makna kultural. Universitas Andalas Press.

Ong, W. J. (1982). Orality and literacy: The technologizing of the word. Methuen.

Rahman, A. (2019). Peribahasa Banjar: Cermin nilai budaya dan identitas lokal. Penerbit Universitas Lambung Mangkurat.

Rasyid, M. (2021). Kearifan lokal dalam peribahasa Minangkabau: Studi fungsional. Jurnal Kajian Budaya, 12(2), 45–67. https://doi.org/10.1234/jkb.v12i2.789

Ratna, N. K. (2008). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra: Dari strukturalisme hingga postrukturalisme perspektif wacana budaya. Pustaka Pelajar.

Sapir, E. (1921). Language: An introduction to the study of speech. Harcourt, Brace and Company.

Searle, J. R. (1975). A classification of illocutionary acts. Language in Society, 5(1), 1-23. https://doi.org/10.1017/S0047404500006837

Simons, G. F., & Fennig, C. D. (Eds.). (2018). Ethnologue: Languages of the world (21st ed.). SIL International. https://www.ethnologue.com

Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Sanata Dharma University Press.

Susanti, R. (2024). Seloko adat Jambi: Fungsi pragmatik dan implikasi pedagogis Universitas Jambi.

Tarigan, H. G. (1986). Pengajaran peribahasa. Angkasa.

UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

Widjaja, G. (2012). Peribahasa Sunda kontemporer: Nilai budaya di era globalisasi. Pustaka Setia.

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.