PERENCANAAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MODEL COOPERATIVE LEARNING DI SD NEGERI 114 MERANGIN BANGKO
Bilah Samping Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Isi Artikel Utama
Keberagaman kemampuan awal, minat, dan gaya belajar siswa sekolah dasar menuntut guru untuk tidak memperlakukan seluruh peserta didik dengan cara yang sama dalam satu proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan sekaligus menganalisis perencanaan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi yang dipadukan dengan model cooperative learning pada mata pelajaran IPAS kelas IV fase B dengan materi kerja sama dan gotong royong di SD Negeri 114 Merangin Bangko. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi terhadap rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun, didukung telaah pustaka atas teori diferensiasi pembelajaran dan pembelajaran kooperatif. Hasil kajian memperlihatkan bahwa perencanaan pembelajaran menyatukan tiga bentuk diferensiasi konten, proses, dan produk ke dalam enam tahap sintaks cooperative learning, mulai dari penyampaian tujuan pembelajaran, pembentukan kelompok heterogen, penyajian materi, diskusi kelompok, presentasi hasil, hingga evaluasi dan penguatan. Diferensiasi konten diwujudkan lewat penyediaan materi bergambar bagi siswa yang membutuhkan bantuan tambahan dalam memahami konsep; diferensiasi proses ditempuh melalui variasi aktivitas pengamatan gambar, diskusi, dan tanya jawab; sementara diferensiasi produk memberi keleluasaan siswa untuk menuangkan hasil belajarnya dalam bentuk poster, rangkuman, atau presentasi lisan. Perpaduan tersebut dinilai relevan untuk mengakomodasi kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa yang beragam, sekaligus menumbuhkan keterampilan kerja sama dan tanggung jawab sosial melalui aktivitas kelompok. Kajian ini merekomendasikan agar guru sekolah dasar mempersiapkan pengelolaan kelas dan instrumen asesmen secara matang ketika hendak memadukan pendekatan berdiferensiasi dengan model pembelajaran kooperatif, mengingat kompleksitas tahapan yang harus dijalankan dalam alokasi waktu yang terbatas
Rincian Artikel
- Muhammad Zikri Farhan, Pengaruh Kepemimpinan Digital dan Budaya Organisasi terhadap Employee Engagement Guru di SMPN 4 Merangin , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 3 No 1 (2026): Grata
- Yusrizal Yusrizal, Wiko Antoni, Ari Diana, Khairul Anwar, Fungsi Sosial Budaya Peribahasa Jambi: Analisis Pragmatik dan Implikasi Pedagogis , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 3 No 1 (2026): Grata
- Indra Yulianto, Analisis Classrooms Assessment: Remedial, Pengayaan, Pendekatan Acuan Patokan (PAP) dan Pendekatan Acuan Normatif (PAN) , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 1 No 1 (2024): Grata
- Widia Putri Febriani, Leni Marlina, Gepri, Maharani Taradipa, Efektivitas Organik Priming dengan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) terhadap Perkecambahan Cabai Merah Kerinci , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 2 No 1 (2025): Grata
- Ichsandi, M Irfan Hidayat, Anisa Pitri, Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru pada SDN 25 Tanjung Ilir Merangin berbasis WEB , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 2 No 1 (2025): Grata
- Winda Noviana, Ruwaiza Sasmita, Salsabila Jannah, Amar Bintang, Analisis Peran Ulasan Pelanggan dalam Meningkatkan Konversi Penjualan pada Pembelajaran E-Commerce , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 1 No 2 (2024): Grata
- Wiko Antoni, Perkembangan Puisi di Indonesia: Dari Tradisi Lisan hingga Era Digital , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 2 No 1 (2025): Grata
Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.