Isi Artikel Utama

Abstrak

Pembelajaran seni rupa yang terhubung dengan budaya lokal diperlukan agar peserta didik tidak hanya menguasai keterampilan visual, tetapi juga memahami identitas dan nilai budaya di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe pembelajaran seni rupa dua dimensi dengan memanfaatkan motif jendela Rumah Tuo Rantau Panjang sebagai sumber gagasan visual. Penelitian menggunakan pendekatan pengembangan kualitatif berbasis praktik melalui tahap eksplorasi objek budaya, perancangan komposisi, realisasi karya, dan analisis visual-pedagogis. Data diperoleh melalui observasi visual, dokumentasi proses, dan kajian artikel ilmiah mutakhir. Hasil pengembangan berupa alur pembelajaran lima tahap, yaitu orientasi budaya, eksplorasi unsur rupa, perancangan, penciptaan karya, serta apresiasi dan refleksi. Karya akhir pada kanvas 30 × 30 cm menggabungkan motif jendela Rumah Tuo dengan Gunung Masurai dan bunga cengkeh. Komposisi menunjukkan penerapan garis, bentuk geometris dan organik, pengulangan, keseimbangan, irama, kesatuan, dan harmoni. Prototipe ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran kontekstual, tetapi masih memerlukan validasi ahli dan uji coba kelas untuk menilai kepraktisan serta efektivitasnya.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Dani, P. C. R., Elviyola, Monita, S. D., & Sari, F. M. (2026). PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SENI RUPA DUA DIMENSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI MOTIF JENDELA RUMAH TUO RANTAU PANJANG. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 428–435. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/482
Referensi

Amiego, A., Harissman, H., & Qomarats, I. (2025). Perancangan media informasi Rumah Tuo Rantau Panjang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(3), 53–59. https://doi.org/10.59435/menulis.v1i3.77

Azis, A. C. K., & Lubis, S. K. (2023). Pembelajaran seni rupa berdasarkan perspektif Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 1(1), 10–19. https://doi.org/10.33830/penaanda.v1i1.4948

Boonpracha, J. (2022). Arts and culture as creative learning of students through cultural product design. Creativity Studies, 15(2), 364–375. https://doi.org/10.3846/cs.2022.14307

Darmaji, Triyanto, & Chumdari. (2025). Integrating local culture into creativity development: A case study of the Geti Asem batik program in Indonesian primary education. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 17(3), 5418–5428. https://doi.org/10.35445/alishlah.v17i3.7563

Gong, Z., Nanjappan, V., Lee, L.-H., Soomro, S. A., & Georgiev, G. V. (2023). Exploration of the relationship between culture and experience of creativity at the individual level: A case study based on two design tasks. International Journal of Design Creativity and Innovation, 11(3), 185–208. https://doi.org/10.1080/21650349.2022.2157889

Guntur, G., Ponimin, P., & Purnomo, M. A. J. (2023). Innovation and creativity in batik motif design: A study of students’ art theses. Creativity Studies, 16(2), 668–681. https://doi.org/10.3846/cs.2023.14838

Hidayati, N., & Widadiyah, Q. (2024). STEAM-based batik activities as an effort to stimulate cognitive abilities. Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 8(1), 70–83. https://doi.org/10.19109/ra.v8i1.23502

Iraqi, H. S., Lena, M. S., Sulastri, J., & Reviana, F. R. (2023). Pembelajaran seni rupa dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. YASIN, 3(4), 640–649. https://doi.org/10.58578/yasin.v3i4.1283

Jannah, R., & Mahmudah, I. (2024). Pembelajaran seni rupa berbasis kearifan lokal di kelas IV C MI Muslimat NU Palangka Raya. INFINITUM: Journal of Education and Social Humaniora, 1(1), 51–61. https://dunia-intelek.com/index.php/Infinitum/article/view/3

Puryati, L. K., & Chandra, R. H. (2023). Creativity analysis of elementary school students in batik arts education. ARTiES: International Journal of Arts and Technology in Elementary School, 1(2), 8–12. https://doi.org/10.24176/arties.v1i2.11711

Putra, Z. A. W., Muryasari, D., & Medilianasari, R. (2024). Integrating ethnopedagogy and cultural arts education: Preserving Indonesia’s heritage in the globalized era. Indonesian Journal of Educational Research and Review, 7(3), 709–718. https://doi.org/10.23887/ijerr.v7i3.76244

Rahayu, B. P., Nita, C. I. R., & Gutama, A. (2024). Pengembangan e-modul interaktif berbasis kearifan lokal pada pembelajaran seni rupa kelas V sekolah dasar. Sistem-Among: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 4(2), 41–51. https://doi.org/10.56393/sistemamong.v4i2.2531

Rizkia, I., Ernanda, E., & Izar, J. (2023). Makna leksikal dan makna kultural pada ornamen-ornamen dan peninggalan-peninggalan sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang: Kajian etnolinguistik. Kajian Linguistik dan Sastra, 2(2), 141–150. https://doi.org/10.22437/kalistra.v2i2.23262

Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy approach: A case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10), e31370. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31370

Sesigür, A., & Edeer, Ş. (2021). Place-based visual arts education in natural environment. Pegem Journal of Education and Instruction, 11(1), 97–134. https://doi.org/10.14527/pegegog.2021.003

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.