Penguatan Manajemen Mitigasi Bencana bagi Komunitas Siswa/I Sekolah Dasar dan Menengah Di Situs Air Terjun Sigerincing

Isi Artikel Utama

Febra Muyusari
Yunita Dwijaya Pratiwi
Ria Hopipah
Zanur Haliza

Abstrak

Kawasan Air Terjun Sigerincing yang merupakan bagian dari Merangin Jambi UNESCO Global Geopark memiliki potensi sumber daya geologi dan pariwisata yang tinggi, namun berada pada wilayah yang rawan terhadap bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya sistematis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penguatan manajemen mitigasi bencana berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat di kawasan geopark. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan edukasi, sosialisasi sistem peringatan dini, diskusi partisipatif, serta kunjungan lapangan ke fasilitas Indonesia Tsunami Early Warning System (ITEWS). Subjek kegiatan meliputi perangkat desa, unsur sekolah, komunitas lokal, dan operator sistem peringatan dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mitigasi bencana mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai potensi bahaya, mekanisme peringatan dini, serta pentingnya peran kearifan lokal dalam pengurangan risiko bencana. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam membangun budaya sadar bencana yang berkelanjutan di kawasan geopark. Dengan demikian, penguatan manajemen mitigasi bencana berbasis komunitas dinilai efektif sebagai model edukasi kebencanaan di wilayah rawan bencana.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Penguatan Manajemen Mitigasi Bencana bagi Komunitas Siswa/I Sekolah Dasar dan Menengah Di Situs Air Terjun Sigerincing. (2026). Vox Populi: Jurnal Umum Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 17-24. https://doi.org/10.70308/voxpopuli.v3i1.365

Referensi

Amri, M. R., Yulianti, G., Yunus, R., Wiguna, S., & Adi, A. W. (2017). Risiko bencana Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Angra, A. (2024). Pedoman penulisan karya ilmiah dan publikasi jurnal. Jakarta: Prenadamedia Group.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2019). Sistem peringatan dini bencana di Indonesia. BMKG.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2018). Pendidikan kebencanaan di satuan pendidikan. BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Indeks risiko bencana Indonesia. BNPB.

Chandra, F., Bahri, R. A., Halomoan, M. R., & Qalbi, R. (2026). The Effectiveness of Environmental Law within Regional Development Policies in Disaster-Prone Areas of Sumatra. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 4(1), 221-237.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Darliani, A., & Muavizar, E. (2025). Pengaruh Pendidikan Kesiapsiagaan dan Respons Wilayah Aisyiyah terhadap Efektivitas Penanggulangan Bencana Alam. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(4 Nopember), 6123-6136.

Kamaruddin, S. A. (2025). Peran pendidikan dalam pembangunan masyarakat tangguh bencana (perspektif sosiologi). Edu Sociata (Jurnal Pendidikan Sosiologi), 8(1), 194-202.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Nasution, R. F., Lestari, E. B., & Usiono, U. (2025). Peran Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana dalam Meningkatkan Kesadaran pada Remaja. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 3(1), 119-128.

Shaw, R., Takeuchi, Y., & Uy, N. (2014). Indigenous knowledge and disaster risk reduction. Springer.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Twigg, J. (2015). Disaster risk reduction. Overseas Development Institute.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

UNESCO. (2017). UNESCO global geoparks: Operational guidelines. UNESCO Publishing.

Wekke, I. S. (2021). Mitigasi Bencana. Penerbit Adab.

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.