Vox Populi: Jurnal Umum Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan terbitan ilmiah yang berfokus pada hasil karya pengabdian kepada masyarakat secara umum dan dari berbagai lintas keilmuan. Jurnal ini memuat berbagai kegiatan di masyarakat dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan dan permasalahan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan peran serta masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian disusun menjadi suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Vox Populi terbit 2 kali dalam 1 tahun yaitu di bulan Januari dan Juli.
Diterbitkan: 2026-02-15
Articles
Pencegahan Konflik Agraria di Tingkat Kelurahan Melalui Pemahaman Kontrak Jual Beli Tanah di Kelurahan Pamenang
35-44
This community service activity aims to prevent and mitigate potential agrarian conflicts in Pamenang Ward through legal education on land sale and purchase contracts and mediation training for ward officials. The implementation method consists of three main stages: preparation, implementation in the form of counseling and participatory training, and evaluation. The results of the activity indicate a significant increase in legal literacy among residents, particularly regarding the understanding of the legal requirements of an agreement, the importance of shifting from oral to written agreements, and the urgency of registering land rights through a Land Deed Official (PPAT). Furthermore, ward officials were successfully empowered through dispute mediation simulations, enabling them to act as neutral and competent mediators in facilitating out-of-court conflict resolution. This community service produces a comprehensive understanding that integrates public legal awareness and the curative capacity of officials, to realize stability and legal certainty of land in Pamenang Ward.
Optimalisasi Google Service dalam Digitalisasi Aktivitas Organisasi: Implementasi pada KIPAN
9-16
Transformasi digitalisasi pada organisasi menunjang percepatan organisasi untuk melakukan transformasi digital dalam pengelolaan aktivitasnya. Salah satu platform yang mendukung proses tersebut Google Service yang memungkinkan kolaborasi, komunikasi dan pengelolaan data secara terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Google Services dalam mendukung digitalisasi aktivitas organisasi KIPAN (Kader Inti Pemuda Anti Narkoba) Provinsi Jambi. Metode yang digunakan adalah pendekatan perseptif partisipatif melalui pelatihan, sosialisasi, dan praktik langsung yang melibatkan 11 orang pengurus inti KIPAN. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kalitatif. Hasil kegiatan menunjukan bahwa 91% peserta memiliki pemahaman yang sangat baik terhadap materi yang diberikan, 73% mampu menyelaraskan antara materi dan praktik, serta 36% telah mampu mengembangkan tugas dan inovasi menggunakan Google Services. Temuan ini menunjukkan bahwa program efektif dalam meningkatkan kapasitas digital peserta, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan untuk memperkuat aspek inovasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas organisasi melalui pemanfaatan teknologi digital secara sistematis.
Implementasi Tahsin Al-Qur’an Berbasis Fonologi Majlis Taklim Nurul Khasanah Desa Simpang Limbur Merangin
1-8
Artikel pengabdian masyarakat ini mendeskripsikan implementasi tahsin Surah Al-Fatihah melalui pendekatan fonologi yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi bacaan Al-Qur’an. Kegiatan ini dilaksanakan di MT. Nurul Khasanah RT 01 dengan lima belas peserta yang terlibat aktif dalam pembelajaran Al-Qur’an. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, praktik tilawah, dan dokumentasi. Pendekatan fonologi difokuskan pada ketepatan artikulasi, pembedaan bunyi, dan kesadaran pelafalan sesuai dengan makhraj dan sifatul huruf. Hasil menunjukkan bahwa tiga belas dari lima belas peserta mengalami peningkatan signifikan dalam akurasi bacaan mereka setelah sesi tahsin, terutama pada panjang pendek vokal (mad), artikulasi konsonan, dan kejelasan bunyi. Program ini membuktikan bahwa pengintegrasian prinsip-prinsip fonologi ke dalam kegiatan tahsin efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an dan kesadaran linguistik para peserta.
Penguatan Manajemen Mitigasi Bencana bagi Komunitas Siswa/I Sekolah Dasar dan Menengah Di Situs Air Terjun Sigerincing
17-24
Kawasan Air Terjun Sigerincing yang merupakan bagian dari Merangin Jambi UNESCO Global Geopark memiliki potensi sumber daya geologi dan pariwisata yang tinggi, namun berada pada wilayah yang rawan terhadap bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya sistematis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penguatan manajemen mitigasi bencana berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat di kawasan geopark. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan edukasi, sosialisasi sistem peringatan dini, diskusi partisipatif, serta kunjungan lapangan ke fasilitas Indonesia Tsunami Early Warning System (ITEWS). Subjek kegiatan meliputi perangkat desa, unsur sekolah, komunitas lokal, dan operator sistem peringatan dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mitigasi bencana mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai potensi bahaya, mekanisme peringatan dini, serta pentingnya peran kearifan lokal dalam pengurangan risiko bencana. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam membangun budaya sadar bencana yang berkelanjutan di kawasan geopark. Dengan demikian, penguatan manajemen mitigasi bencana berbasis komunitas dinilai efektif sebagai model edukasi kebencanaan di wilayah rawan bencana.
Penguatan Peraturan Desa (Perdes) Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan dan Perlindungan Hutan di Desa Tanjung Mudo
25-34
Desa Tanjung Mudo memiliki kekayaan sumber daya hutan yang melimpah sekaligus mewarisi nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga ekosistemnya. Namun, degradasi lingkungan dan masuknya pengaruh luar mengancam kelestarian hutan dan melunturkan nilai tradisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dan masyarakat dalam membentuk instrumen hukum berupa Peraturan Desa (Perdes) tentang Pengelolaan dan Perlindungan Hutan yang berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), pendampingan legal drafting, hingga uji publik draf Perdes. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman aparatur desa mengenai harmonisasi regulasi nasional dengan hukum adat. Draf Perdes yang dihasilkan memuat zonasi pelestarian, larangan penebangan liar, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, serta penerapan sanksi adat yang diintegrasikan secara legal-formal. Kesimpulannya, penguatan produk hukum desa yang mengakomodasi kearifan lokal terbukti efektif dalam memberdayakan masyarakat sekaligus memastikan perlindungan sumber daya alam secara berkelanjutan, menciptakan sinergi yang kuat antara hukum positif dan tradisi masyarakat setempat.