Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan kepramukaan dan dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa di SD N 200/VI Tambang Baru. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara dengan Ketua Pembina Pramuka, Bapak Nopi Yuandra, S.Pd. Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan pramuka dilaksanakan sebagai kegiatan ekstrakurikuler pilihan yang diikuti oleh siswa kelas 4 hingga kelas 6, dengan frekuensi pertemuan sebanyak dua kali dalam sebulan, bertempat di lapangan sekolah setiap hari Sabtu. Materi yang diajarkan meliputi Morse, Semaphore, LKBB (Latihan Keterampilan Baris-Berbaris), Pionering, dan Sandi. Kegiatan pramuka terbukti berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa, khususnya dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian. Kendala utama yang ditemukan adalah adanya siswa yang sulit diatur, dan pihak sekolah merespons dengan melakukan pembinaan yang lebih intensif. Evaluasi kegiatan dilakukan secara berkala oleh pihak sekolah dan pembina pramuka setelah kegiatan berlangsung.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Widhi Cahyati, Selvi Kasari, Rizatul Hajanah, Weni Azizah Putri, Riyo Yunanda, Abda Ul Umam, & Shobrina Fitri. (2026). PELAKSANAAN KEGIATAN KEPRAMUKAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SD N 200/VI TAMBANG BARU: LAPORAN HASIL OBSERVASI. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 685–699. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/522
Referensi

Anwar, K., & Saputra, H. (2020). Dampak ekstrakurikuler pramuka terhadap disiplin dan kemandirian siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 6(1), 45-58. https://doi.org/10.29407/jpdn.v6i1.14210

Azzet, A. M. (2011). Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Gunawan, I. (2022). Sistem kepanduan dan reposisi gerakan pramuka dalam pendidikan modern. Alfabeta.

Hidayat, R. (2020). Revitalisasi materi morse dan sandi dalam meningkatkan ketajaman kognitif siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 210-219.

Kemendikbud. (2021). Panduan Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2011). Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Jakarta: Kwarnas.

Kurniawan, A. (2020). Pendidikan karakter berbasis kepramukaan. Remaja Rosdakarya.

Lestari, P. (2021). Internalisasi nilai-nilai dasa darma pramuka dalam pembentukan karakter gotong royong di SD Negeri 2 Yogyakarta. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 6(2), 112-125.

Mulyadi, T. (2023). Keterampilan pionering dan implementasinya dalam melatih kecerdasan spasial anak. Pustaka Pelajar.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Prasetyo, B., & Wibowo, A. (2023). Analisis psikologis perkembangan karakter anak melalui penjenjangan tingkatan dalam pramuka. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(1), 78-91.

Pratiwi, E. (2023). Efektivitas metode learning by doing dalam pramuka siaga untuk meningkatkan kerja sama tim. Jurnal Pedagogi Kebangsaan, 7(2), 154-166.

Rahayu, S. (2022). Strategi pembina pramuka dalam mengimplementasikan metode kepanduan pada anak usia operasional konkret. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(1), 33-46.

Ramadhan, F., Setiawan, D., & Utami, S. (2022). Peran ekstrakurikuler wajib pramuka dalam menstimulus jiwa kepemimpinan (leadership) siswa. Jurnal Kepemimpinan Pendidikan, 5(2), 201-215.

Santoso, G., & Fitriani, N. (2024). Analisis pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka berdasarkan Permendikbud No. 63 Tahun 2014 dan dampaknya terhadap karakter siswa. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 12(1), 89-103. https://doi.org/10.21831/jamp.v12i1.54320

Sari, M. P., & Utami, R. (2021). Pengaruh latihan semaphore terhadap koordinasi motorik kasar anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 9(2), 142-151.

Siregar, M. (2021). Metodologi kepanduan pramuka abad 21. Bumi Aksara.

Sukayati, S. (2019). Manajemen ekstrakurikuler pramuka di sekolah dasar. PT Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. 15 Agustus 2010. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 131. Jakarta.

Wibowo, A. (2021). Pendidikan karakter di sekolah: Strategi membangun karakter bangsa. Pustaka Pelajar.

Wijaya, A. (2019). Nilai-nilai kedisiplinan dalam latihan keterampilan baris-berbaris (LKBB) pada gerakan pramuka tingkat penggalang. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 187-198.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Mulyasa, E. (2013). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.

Samani, M., & Hariyanto. (2012). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi Revisi). Bandung: Alfabeta.Hidayat, R. (2020). Revitalisasi materi morse dan sandi dalam meningkatkan ketajaman kognitif siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 210-219.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.