Isi Artikel Utama

Abstrak

Rumah Tuo Muara Madras di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki berbagai motif ukiran khas dengan nilai estetika dan filosofi yang tinggi. Keberadaan motif-motif tersebut menjadi sumber inspirasi yang potensial dalam penciptaan karya seni rupa, khususnya lukisan dua dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk, makna, dan nilai visual motif ukiran Rumah Tuo Muara Madras serta mengimplementasikannya ke dalam penciptaan karya lukis dua dimensi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif melalui observasi, dokumentasi, studi literatur, dan proses kreatif penciptaan karya. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengidentifikasi karakteristik visual dan makna simbolik dari motif ukiran yang kemudian dijadikan dasar dalam pengembangan konsep, sketsa, hingga visualisasi karya lukis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ukiran Rumah Tuo Muara Madras memiliki keunikan bentuk, pola, dan filosofi yang mencerminkan kehidupan masyarakat Jangkat. Eksplorasi motif tersebut menghasilkan karya lukis dua dimensi yang tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian budaya lokal melalui pendekatan seni rupa kontemporer.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Marshella, Zeti Savira, Vivin Anisa, & Sari, F. M. (2026). PENGEMBANGAN SENI RUPA MOTIF RUMAH TUO RANTAU PANJANG DALAM SENI RUPA 2 DIMENSI. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 473–479. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/498
Referensi

Dahlawi, M., & Winarno, A. (2023). Eksplorasi Tanean Lanjang sebagai sumber ide penciptaan karya seni lukis. Jurnal SAKALA: Seni Rupa dan Desain, 5(2), 120–132.

Iksandra, R., & Lodra, I. N. (2024). Topeng Dongkrek Madiun sebagai subject matter penciptaan karya seni lukis. Jurnal SAKALA, 6(1), 45–58.

Sianturi, D. (2022). Gorga Boraspati dalam kebudayaan Batak Toba sebagai ide penciptaan karya seni lukis. Gestus: Jurnal Seni Rupa, 4(2), 77–89.

Prabowo, A. (2021). Transformasi ragam hias tradisional dalam seni rupa kontemporer. Jurnal Seni Rupa Nusantara, 10(1), 15–27.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Hidayat, R. (2022). Eksplorasi motif batik sebagai inspirasi penciptaan karya seni lukis. Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 11(2), 33–44.

Putra, I. G. (2023). Visualisasi budaya lokal dalam karya seni lukis kontemporer. Jurnal Seni & Desain Indonesia, 7(1), 50–62.

Wahyuni, S. (2021). Ornamen tradisional sebagai sumber ide dalam seni lukis. Jurnal Kreativitas Seni, 5(3), 90–101.

Sari, D. P. (2022). Eksplorasi bentuk dan makna simbolik motif tradisional Nusantara. Jurnal Seni Rupa ISI, 9(2), 66–78.

Kusuma, A. (2023). Penciptaan karya seni lukis berbasis budaya lokal. Jurnal Imajinasi Seni, 8(1), 12–24.

Nugroho, B. (2021). Kajian estetika seni rupa tradisional Indonesia. Jurnal Estetika Nusantara, 6(2), 40–52.

Utami, N. (2022). Transformasi visual ragam hias daerah dalam seni lukis modern. Jurnal Seni Visual, 7(3), 88–99.

Angra, R. (2018). Standar penulisan artikel ilmiah berbasis jurnal nasional. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 3(1), 1–10.

Indonesia, Pemerintah Republik. (2014). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
1 2 3 > >> 

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.