Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini mengkaji representasi kearifan lokal Merangin dalam desain motif batik berbasis flora dan lanskap alam. Objek kajian merupakan desain motif batik yang memuat bunga, daun, gelombang air, gunung, serta ornamen geometris pada bagian bingkai. Penelitian ini bertujuan menguraikan unsur estetika visual dan makna simbolik yang terkandung dalam motif tersebut. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis visual, estetika, dan semiotika. Data utama berupa gambar motif batik, sementara data pendukung bersumber dari literatur tentang Batik Merangin, kearifan lokal, estetika batik, dan semiotika visual. Hasil kajian mengindikasikan bahwa motif flora merefleksikan kehidupan, pertumbuhan, dan kedekatan masyarakat dengan alam. Unsur lanskap alam merefleksikan identitas geografis Merangin yang kuat dengan sungai, pegunungan, dan kawasan geopark. Ornamen geometris berfungsi sebagai pengikat komposisi sekaligus simbol keteraturan budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain motif batik flora dan lanskap alam dapat menjadi media visual untuk memperkuat identitas lokal Merangin secara estetis, simbolik, dan edukatif.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Antasya Putri Arni Yeri, & Sari, F. M. (2026). REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL MERANGIN DALAM DESAIN MOTIF BATIK FLORA DAN LANSKAP ALAM: KAJIAN ESTETIKA DAN MAKNA SIMBOLIK. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 503–513. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/502
Referensi

Hermawan, A., Herwandi, H., & Zulqaiyyim, Z. (2025). Peran Hapsah dalam Melestarikan Batik Merangin 1995-2023. Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(5), 3737–3749. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i5.1694

Jufrida, J., Basuki, F. R., & Rahma, S. (2018). Potensi Kearifan Lokal Geopark Merangin Sebagai Sumber Belajar Sains Di SMP. EduFisika, 3(01), 1–16. https://doi.org/10.22437/edufisika.v3i01.5773

Kurniadi, M. D. (2021). 961-Article Text-4136-1-10-20211231. 389–418. https://doi.org/10.31291/jlka.v19.i2.961

Muhajirin, M., & Khoirunisa, A. Z. (2022). Semiotika Batik Motif Weton Indonesia karya Omah Kreatif Dongaji dengan Pendekatan Charles S.Peirce. Sungging, 1(2), 147–158. https://doi.org/10.21831/sungging.v1i2.55029

Muliani, D. (2019). Simbolisme Motif Batik Kawung Sebagai Element Estetis Interior di Lobby Pullman Hotel Jakarta Pusat. PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.26742/pantun.v3i1.800

Nurcahyanti, D., Sachari, A., & Destiarmand, A. H. (2020). Peran Kearifan Lokal Masyarakat Jawa Untuk Melestarikan Batik Tradisi di Girilayu, Karanganyar, Indonesia. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(2), 145–153. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.816

Parmono, K. (2013). Nilai Kearifan Lokal dalam Batik Tradisional Kawung. Jurnal Filsafat, 23(2), 135–146.

Ropiah, O., Indrayani, L. M., Muhtadin, T., & Yuliawati, S. (2022). Semiotika Batik Paseban Kabupaten Kuningan (Semiotics of Paseban Batik, Kuningan Regency). Indonesian Language Education and Literature, 7(2), 358. https://doi.org/10.24235/ileal.v7i2.9090

Setiyoko, N. (2022). Kajian estetika batik Bledhak Pacitan: Ditinjau dari bentuk, makna, dan fungsinya. Imaji, 20(1), 11–22. https://doi.org/10.21831/imaji.v20i1.48293

Sindu Kusuma Dewi, R. R., & Muhajirin, . (2024). The Symbolic Meaning of Batik Manding as a Local Cultural Identity of Gunung Kidul using Charles Sanders Pierce’s Semiotic Approach. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 11(2), 571. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v11i2.5408

Tamami, T., & Herdiyansyah, R. (2022). Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Hutan Adat Di Desa Rantau Kermas Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 5(1), 56–61. https://doi.org/10.22437/jpb.v5i1.18665

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
1 2 3 > >> 

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.