Isi Artikel Utama

Abstrak

Cerita rakyat merupakan salah satu genre sastra lisan yang memiliki potensi pedagogis signifikan, terutama dalam konteks pendidikan dasar. Namun, eksplorasi akademis terhadap cerita rakyat lokal Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, sebagai sumber pembelajaran sastra anak di sekolah dasar masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur naratif, nilai karakter, serta relevansi pedagogis empat cerita rakyat dari wilayah Merangin, yakni "Asal Usul Desa Durian Lecah", "Legenda Mas-Urai", "Batu Silindrik Desa Tuo", dan "Asal Usul Desa Teluk Sikumbang". Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan folklor dan analisis struktural-semiotik. Data dikumpulkan melalui dokumentasi teks, kemudian dianalisis menggunakan teori struktur naratif Propp, konsep nilai karakter Kemendikbudristek, serta pendekatan apresiasi sastra anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat cerita rakyat tersebut mengandung nilai-nilai karakter utama meliputi gotong royong, tanggung jawab terhadap alam, kejujuran, dan rasa hormat terhadap leluhur yang terartikulasi melalui narasi berlatar lokal Merangin. Kandungan nilai tersebut sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan dalam Kurikulum Merdeka. Implikasi penelitian ini mendorong pengintegrasian cerita rakyat lokal ke dalam bahan ajar sastra anak di jenjang sekolah dasar sebagai strategi penguatan identitas budaya dan pembentukan karakter peserta didik.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Oktia Rahmadona, Oktia Rahmadona, Nesa Permata, Nidia Succi, & Nirmala Sari. (2026). Cerita Rakyat Kabupaten Merangin sebagai Wahana Penanaman Nilai Karakter pada Pembelajaran Sastra Anak di Sekolah Dasar. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 394–403. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/474
Referensi

Anggraini, P., Putri, R. D., & Syafril, S. (2022). Nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Minangkabau sebagai bahan ajar di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(3), 4521–4530. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.3012

Bascom, W. (1965). The forms of folklore: Prose narratives. Journal of American Folklore, 78(307), 3–20. https://doi.org/10.2307/538099

Berelson, B. (1952). Content analysis in communication research. Free Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Grafiti.

Dundes, A. (1965). The study of folklore. Prentice-Hall.

Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, bentuk, dan fungsi. Ombak.

Greimas, A. J. (1983). Structural semantics: An attempt at a method (D. McDowell, R. Schleifer, & A. Velie, Trans.). University of Nebraska Press.

Huck, C. S., Hepler, S., & Hickman, J. (1987). Children's literature in the elementary school (4th ed.). Holt, Rinehart & Winston.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kemendiknas. (2010). Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa: Pedoman sekolah. Kementerian Pendidikan Nasional.

Krippendorff, K. (2004). Content analysis: An introduction to its methodology (2nd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Nurfadilah, N. (2023). Transformasi cerita rakyat Melayu Riau ke dalam bahan ajar digital untuk sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(1), 78–91. https://doi.org/10.17977/jptpp.v12i1.15432

Nurgiyantoro, B. (2013). Sastra anak: Pengantar pemahaman dunia anak. Gadjah Mada University Press.

Propp, V. (1968). Morphology of the folktale (2nd ed., L. Scott, Trans.). University of Texas Press. (Karya asli diterbitkan 1928)

Rahmawati, F., & Susilo, H. (2022). Analisis morfologi cerita rakyat Sulawesi Selatan menggunakan kerangka Propp: Kajian struktural sastra lisan. Jurnal Sastra Indonesia, 11(2), 133–148. https://doi.org/10.15294/jsi.v11i2.55321

Rosenblatt, L. M. (1995). Literature as exploration (5th ed.). Modern Language Association.

Sari, D. P., & Hidayat, A. (2021). Nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Lampung dan relevansinya sebagai bahan ajar sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 45–58. https://doi.org/10.21831/jpk.v11i1.38721

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Wahyudi, T., & Pratiwi, Y. (2020). Kesenjangan pemanfaatan folklor Jawa dalam kurikulum berbasis kompetensi di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 37(1), 1–14. https://doi.org/10.17977/jpp.v37i1.12890

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.