Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Rumah Tuo Muara Madras sebagai warisan budaya masyarakat di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Fokus kajian meliputi sejarah, karakteristik arsitektur, fungsi sosial-budaya, nilai filosofis, dan strategi pelestarian. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari artikel ilmiah, dokumen pemerintah, regulasi cagar budaya, laporan statistik daerah, serta literatur tentang arsitektur vernakular dan pelestarian budaya. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Tuo Muara Madras merepresentasikan arsitektur tradisional masyarakat pegunungan Jambi yang memadukan pengaruh Melayu Jambi, Minangkabau, dan Kerinci. Ciri utamanya tampak pada bentuk rumah panggung, kayu lokal, sambungan pasak, tiang di atas batu datar, dan tata ruang keluarga. Rumah Tuo juga memuat nilai gotong royong, penghormatan kepada leluhur, adaptasi ekologis, dan identitas sosial.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Haikal, & Sari, F. M. (2026). RUMAH TUO MUARA MADRAS SEBAGAI WARISAN BUDAYA MASYARAKAT DI DESA MUARA MADRAS KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 212–220. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/446
Referensi

Ahmadi. (2022). Arsitektur Rumah Tradisional H. Husein di Desa Muara Madras. Universitas Jambi.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Merangin. (2024). Kecamatan Jangkat dalam angka 2024. BPS Kabupaten Merangin.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Direktorat Jenderal Kebudayaan. (2023). Warisan budaya Indonesia. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Fatimah, S. (2022). Eksplorasi potensi Kampung Wisata Rumah Tuo di Merangin Provinsi Jambi yang menjanjikan. Jurnal Kronologi, 4(2), 141-148.

ICOMOS. (1999). The Burra Charter: The Australia ICOMOS charter for places of cultural significance. Australia ICOMOS.

Jaya, M., & Ariska, D. P. (2021). Nilai-nilai kekuasaan dalam ukiran Rumah Tuo di Kelurahan Kampung Baruh Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin. Governance: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan, 7(4), 126-134.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. (2019). Delineasi perkampungan tradisional Rantau Panjang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi tahun 2019. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Marantika, N. A., & Azmi, U. (2020). Perubahan arsitektur rumah masyarakat Desa Muara Madras Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin tahun 1977-2019. Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Oliver, P. (2006). Built to meet needs: Cultural issues in vernacular architecture. Architectural Press.

Pemerintah Kabupaten Merangin. (2023). Profil Kabupaten Merangin. Pemerintah Kabupaten Merangin.

Rapoport, A. (1969). House form and culture. Prentice-Hall.

Rizkia, D., dkk. (2023). Makna leksikal dan makna kultural pada ornamen-ornamen dan peninggalan-peninggalan sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang: Kajian etnolinguistik. Kajian Linguistik dan Sastra, 2(2), 141-150.

Siregar, S. M. (2008). Kampung lama di Situs Baruh, Kabupaten Merangin: Aset budaya yang perlu dilestarikan. Prosiding Pertemuan Ilmiah Arkeologi XI, 535-542. Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. UNESCO.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Wiyana, B. (2016). Arti tiang rumah tradisional Suku Batin di Kampung Baruh, Jambi. Purbawidya, 5(1), 1-11.

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.