Isi Artikel Utama

Abstrak

Rumah Tuo Desa Rantau Panjang, Kabupaten Merangin, merupakan cagar budaya nasional yang memuat jejak sejarah, arsitektur tradisional, dan sistem nilai masyarakat Suku Batin. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan sejarah terbentuknya Rumah Tuo, mengidentifikasi nilai filosofisnya, serta merumuskan strategi pelestarian berbasis komunitas dan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan triangulasi sumber. Data dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Tuo berkaitan dengan narasi migrasi masyarakat pasca runtuhnya Kerajaan Koto Rayo dan menjadi simbol identitas Suku Batin sejak abad ke-14. Nilai utama yang ditemukan meliputi penghormatan kepada tamu dan sesepuh, musyawarah, gotong royong, kepedulian sosial, kesantunan, serta tanggung jawab antargenerasi. Pelestarian perlu dilakukan melalui perawatan fisik, dokumentasi pengetahuan lokal, pembelajaran sejarah lokal, dan kolaborasi lintas pihak.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Zikri, P., Saputra, D., & Faizin, M. (2026). CAGAR BUDAYA KAWASAN RUMAH TUO DESA RANTAU PANJANG MERANGIN: KAJIAN SEJARAH, NILAI FILOSOFIS, DAN STRATEGI PELESTARIAN WARISAN BUDAYA LOKAL. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 170–178. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/439
Referensi

Abdullah, T. (1985). Di sekitar sejarah lokal di Indonesia. Dalam T. Abdullah (Ed.), Sejarah lokal di Indonesia. Gadjah Mada University Press.

Alfan, M. (2013). Filsafat kebudayaan. CV Pustaka Setia.

Antara News. (2025, Mei 13). Rumah Tuo Rantau Panjang saksi sejarah budaya Suku Batin Jambi. Antara News Jambi. https://jambi.antaranews.com/

Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. (2019). Delineasi Perkampungan Tradisional Rantau Panjang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2019. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi.

Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.

Chandra, F., Arqon, M., Bahri, R. A., & Al Jamili, M. F. (2024). Ritual adat sebagai instrumen hukum tidak tertulis masyarakat Jambi dalam persfektif filsafat hukum. Legalitas: Jurnal Hukum, 16(2), 122-132.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fatimah, S. (2022). Eksplorasi potensi Kampung Wisata Rumah Tuo di Merangin Provinsi Jambi yang menjanjikan. Jurnal Kronologi, 4(2), 141-148.

ICOMOS. (2013). The Burra Charter: The Australia ICOMOS Charter for Places of Cultural Significance. Australia ICOMOS.

Jaya, M., & Ariska, D. P. (2021). Nilai-nilai kekuasaan dalam ukiran Rumah Tuo di Kelurahan Kampung Baruh Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin. Governance: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan, 7(4), 126-134.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (n.d.). Desa Wisata Rumah Tuo Rantau Panjang. Jadesta. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (n.d.). Rumah Tradisional Rantau Panjang. Data Kebudayaan. https://referensi.data.kemdikbud.go.id/

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Meko, M., Hidayat, A., & Saputra, M. A. (2021). Peran Balai Pelestarian Cagar Budaya dan eksistensinya sebagai Rumah Tuo di Desa Rantau Panjang. Universitas Jambi.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nurlidianti, N., Saputra, M. A., & Purnomo, B. (2025). Pelestarian dan pemanfaatan Cagar Budaya Rumah Tuo Rantau Panjang sebagai media pembelajaran sejarah lokal. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 33337-33345.

Pemerintah Provinsi Jambi. (2013). Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 10 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jambi Tahun 2013-2033.

Qomarats, I. (2025). Perancangan media informasi Rumah Tuo Rantau Panjang. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(7), 1-12.

Rizkia, R., Saputra, D., & Hidayati, N. (2023). Makna leksikal dan makna kultural pada ornamen-ornamen dan peninggalan-peninggalan sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang: Kajian etnolinguistik. Kajian Linguistik dan Sastra, 2(2), 141-150.

Saputra, M. A. (2010). Sejarah dan asal-usul Melayu Batin Jambi. Universitas Jambi.

Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara: Dari keris, tor-tor, sampai industri budaya. Komunitas Bambu.

Sutrisno, R., Harmaini, H., & Chandra, F. (2023). Peran Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Merangin dalam Pengelolaan Geopark Merangin Berbasis Kearifan Lokal. SEMBILAN: Jurnal Hukum dan Adat, 1(1), 24-36.

Siregar, S. M. (2008). Kampung lama di Situs Baruh, Kabupaten Merangin: Aset budaya yang perlu dilestarikan. Dalam Prosiding Pertemuan Ilmiah Arkeologi XI (hlm. 535-542). Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tilaar, H. A. R. (2012). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Wiyana, B. (2016). Arti tiang rumah tradisional Suku Batin di Kampung Baruh, Jambi. Purbawidya, 5(1), 1-11.

Wulandari, A. (2024). Paket informasi tradisi dan potensi Perkampungan Rumah Tuo Desa Rantau Panjang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Padang.

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.