Meeran : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan menerima artikel dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Meeran : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli. Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu-isu terbaru terkait pembelajaran, dan pengembangan ilmu pengetahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Topik yang dibahas dapat dikategorikan dalam disiplin Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
Diterbitkan: 2024-01-20
Editor
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw Siswa Kelas Xi MIPA I Sman 6 Merangin Tahun Pelajaran 2019/2020
1-15
Abstract Views:
196
PDF Downloads:
83
Penelitian ini di latar belakangi kurangnya minat siswa dalam pembelajaran matematika, hal ini mengakibatkan rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas XI MIPA I SMA Negeri 6 Merangin Tahun Pelajaran 2019/2020. Penyebab lainnya adalah belum optimalnya penerapan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw siswa kelas XI MIPA I SMA Negeri 6 Merangin Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Pembelajaran Jigsaw. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI MIPA I SMA Negeri 6 Merangin Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 32 siswa. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan melakukan tes akhir pada setiap siklus dan observasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Berdasarkan tes hasil belajar yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dimana nilai rata-rata yang diperoleh siswa 64,5 pada siklus I menjadi 83,43 pada siklus II meningkat 18,93. Untuk persentase jumlah siswa yang tuntas mencapai KKM 9 orang (28,125%) pada siklus I menjadi 29 orang (90,625%) pada siklus II atau meningkat 62,5%. Sedangkan untuk aktifitas siswa yang telah dilakukan observasi dapat disimpulkan juga bahwa aktifitas siswa mengalami peningkatan dimana pada sisklus I rata-rata aktifitas siswa 45,51% meningkat pada siklus II menjadi 85,31% atau meningkat 39,8%.
Meningkatkan Hasil Belajar PAI dengan Metode reciprocal teaching Siswa Kelas XI TITL SMK Negeri 2 Merangin Tahun Pelajaran 2019/2020
16-29
Abstract Views:
239
PDF Downloads:
83
Penelitian ini dilakukan karena masih rendahnya nilai mata pelajaran PAI. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran PAI dengan metode reciprocal teaching siswa kelas XI TITL SMK Negeri 2 Merangin Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan Kelas merupakan suatu pencerminan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi di sebuah kelas secara bersamaan. penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan di kelas XI TITL SMK Negeri 2 Merangin. Penelitiaan dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TITL SMK Negeri 2 Merangin yang jumlah siswanya 23 orang, sedangkan objeknya adalah metode reciprocal teaching. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan melalui dua siklus. Siklus 1 dilaksanakan dua kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan dua kali pertemuan, yang terdiri dari empat tahapan utama kegiatan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan Refleksi dan Analisis. Dari hasil analisis data tes diketahui bahwa metode reciprocal teaching dapat meningkatkan rata-rata hasil belajar siswa yaitu 52 % pada siklus I dan 87% pada siklus II. Metode reciprocal teaching dapat meningkatkan proses pembelajaran yang dibuktikan dengan meningkatnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yaitu pada siklus 56,4% meningkat menjadi 87% pada siklus II. dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan metode reciprocal teaching dapat meningkatkan hasil belajar PAI siswa kelas XI TITL SMK Negeri 2 Merangin.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Kelas XI TKRO SMK N 1 Tebo Tahun Pelajaran 2019/2020
30-41
Abstract Views:
114
PDF Downloads:
65
Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas XI TKRO SMK Negeri 1 Tebo Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini dikarenakan guru masih mendominasi dalam proses pembelajaran, guru belum mengkombinasikan model/metode yang kreatif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa kurang berperan aktif dalam proses pembelajaran, siswa kurang memperhatikan materi pelajaran yang diberikan oleh guru, sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Kooperatif Course Review Horay dalam meningkatkan hasil belajar matematika Siswa Kelas XI TKRO SMK N 1 Tebo Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Pembelajaran kooperatrif tipe Course Review Horay. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI TKRO SMK N 1 Tebo Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 29 siswa, dengan jumlah siswa laki-laki 28 orang dan jumlah siswa perempuan 1 orang. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan melakukan tes akhir pada setiap siklus dan observasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
Meningkatkan Hasil Belajar Agribisnis Tanaman Perkebunan Mengggunakan Model Pembelajaran Quantum Learning Siswa Kelas X ATP SMK Negeri 8 Sarolangun Tahun Pelajaran 2018/2019
42-58
Abstract Views:
165
PDF Downloads:
99
Penelitian ini di latar belakangi kurangnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran mengakibatkan Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran agribisnis tanaman perkebunan. tujuan penelitian ini untuk meningkatkan Hasil Belajar Agribisnis Tanaman Perkebunan siswa dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Learning siswa kelas X ATP SMK Negeri 8 Sarolangun Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X ATP SMK Negeri 8 Sarolangun Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan jumlah 32 siswa, yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran quantum learning dapat meningkatkan Hasil Belajar Agribisnis Tanaman Perkebunan X ATP SMK Negeri 8 Sarolangun Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini dapat dilihat dari Peningkatan hasil belajar siswa yang tuntas belajar 14 orang atau dengan persentase 43,75% (hasil Pre-Tes) menjadi 23 orang atau 71,875% (siklus I) dan 28 orang atau dengan persentase 87,50% (siklus II) setelah menggunakan model pembelajaran quantum learning. Peningkatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika dari rata-rata siklus I sebesar 44,03 menjadi 48,34 pada siklus II setelah menggunakan model pembelajaran quantum learning.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Siswa Kelas XI TP SMK Negeri 1 Tebo Tahun Pelajaran 2018/2019
59-75
Abstract Views:
128
PDF Downloads:
84
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa, salah satu indikasi penyebabnya adalah kurang bervariasinya model pembelajaran yang dilakukan guru, sehingga membuat siswa merasa kegiatan belajar tersebut adalah suatu beban yang rutin harus dilakukan. Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar biologi siswa Kelas XI TP SMK Negeri 1 Tebo Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru guna memperbaiki mutu praktek pembelajaran dalam kelas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran biologi siswa kelas XI TP SMK Negeri 1 Tebo yang berjumlah 20 orang. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan III siklus yang didalamnya terdapat empat tahapan utama kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Dari hasil tes awal menunjukkan bahwa dari 20 siswa kelas XI TP SMK Negeri 1 Tebo, 5 siswa atau 25% mencapai nilai kurang, 7 siswa atau 35% siswa yang mencapai nilai cukup, serta 4 siswa atau 20% mencapai nilai baik, dan 4 siswa atau 20% yang memperoleh nilai baik sekali. Untuk ketuntasan yang diperoleh, maka 8 siswa atau 40% siswa yang tuntas. Selanjutnya dilakukan tes siklus II dengan perolehan nilai, 2 orang atau 10% memiliki nilai cukup, sedangkan yang memperoleh nilai baik, 10 siswa atau 50%, dan yang memperoleh nilai baik sekali adalah 8 siswa atau 50% dan dari ketuntasan yang diperoleh maka 18 atau 90% siswa yang tuntas.