KESENJANGAN AKSES PELATIHAN MASYARAKAT DI DESA BEDENG REJO
Bilah Samping Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Isi Artikel Utama
Kesenjangan akses pelatihan masyarakat masih menjadi salah satu permasalahan yang memengaruhi pengembangan sumber daya manusia di berbagai daerah, termasuk di Desa Bedeng Rejo. Masyarakat masih menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan akses pelatihan masyarakat di Desa Bedeng Rejo serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi dan pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis berbagai sumber yang berkaitan dengan pendidikan nonformal, pelatihan masyarakat, serta kondisi sosial masyarakat pedesaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesenjangan akses pelatihan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keterbatasan informasi mengenai program pelatihan, kondisi ekonomi masyarakat, rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, serta akses teknologi yang belum merata. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat belum memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan keterampilan dan meningkatkan produktivitas ekonomi. Selain itu, perkembangan teknologi digital memberikan peluang untuk memperluas akses pelatihan, namun pemanfaatannya masih terkendala oleh keterbatasan perangkat dan literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih terintegrasi melalui peningkatan pemerataan program pelatihan, penguatan pendidikan nonformal, penyediaan infrastruktur pendukung, serta kerja sama antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Dengan demikian, kesenjangan akses pelatihan di Desa Bedeng Rejo dapat dikurangi sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Rincian Artikel
- Siti Aisyah, Fithri Azni, Marischa Kurnia Sofitri, PENINGKATAN KOMPETENSI TUTOR DAN INSTRUKTUR DI KOTA BANGKO KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 3 No 2 (2026): Grata
- Marischa Kurnia Sofitri, Siti Aisyah, Fithri Azni, ADAPTASI DIKLAT TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DAN EKONOMI DIGITAL DI DESA SUNGAI MANAU KECAMATAN PANGKALAN JAMBU KABUPATEN MERANGIN , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 3 No 2 (2026): Grata
- Unsya Nabila, Anggi Diya Eliyana, Fitri Azni, INTEGRASI DIKLAT DENGAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA BEDENG REJO KECAMATAN BANGKO BARAT TAHUN 2026 , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 3 No 2 (2026): Grata
- Yusrizal, Agus Setiawan, Khairul Anwar, Tindak Tutur Ekspresif dalam Film Animasi Upin dan Ipin , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 1 No 2 (2024): Grata
- Muhammad Zikri Farhan, Pengaruh Kepemimpinan Digital dan Budaya Organisasi terhadap Employee Engagement Guru di SMPN 4 Merangin , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 3 No 1 (2026): Grata
- Susi Wiliani, Evaluasi Hasil Belajar Peserta Didik pada Lembaga Pendidikan , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 1 No 1 (2024): Grata
- Nurul Fadila, Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan pada Pelaku UMKM di Kabupaten Sarolangun , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 3 No 1 (2026): Grata
- Wiko Antoni, Perkembangan Puisi di Indonesia: Dari Tradisi Lisan hingga Era Digital , Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan: Vol 2 No 1 (2025): Grata
Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.