Isi Artikel Utama

Abstrak

Salah satu warisan budaya Melayu Jambi, yaitu Rumah Tuo Rantau Panjang, memiliki berbagai ornamen ukiran dengan nilai estetik dan filosofis yang luar biasa. Tema bunga matahari, yang melambangkan kedamaian, keindahan, dan semangat kehidupan masyarakat Melayu, merupakan salah satu motif bangunan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, upaya harus dilakukan untuk melestarikan budaya melalui bentuk visual yang semakin kreatif yang mendukung kemajuan seni visual modern. Tujuan dari penelitian ini adalah mengubah motif ukiran bunga matahari Rumah Tuo Rantau Panjang menjadi karya seni dua dimensi sambil mempertahankan nilai budaya dan kepribadiannya. Melalui tahapan investigasi, perancangan, dan realisasi karya, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan penciptaan seni. Observasi langsung, dokumentasi, dan penelitian pustaka mengenai tema ukiran Melayu Jambi tradisional digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan studi ini menunjukkan bahwa tema ukiran bunga matahari dapat diubah menjadi karya seni dua dimensi yang lebih imajinatif, ornamen, dan responsif terhadap tuntutan estetika modern. Evolusi ini mempertahankan elemen bentuk dasar motif dan makna simbolisnya, berfungsi sebagai media pelestarian budaya sekaligus sumber inspirasi untuk penciptaan karya seni visual yang berlandaskan pengetahuan lokal.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Abel Dian Nova, Dona Alyana, Delsiva Maharani, & Sari, F. M. (2026). MENGEMBANGKAN UKIRAN BUNGA MATAHARI RUMAH TUO RANTAU PANJANG DALAM SENI RUPA 2 DIMENSI. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 514–20. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/503
Referensi

Angra, A. (2018). Pelestarian budaya lokal melalui pengembangan seni berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Seni, 10(2), 112–121.

Gustami, S. P. (2007). Butir-Butir Mutiara Estetika Timur: Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia. Yogyakarta: Prasista.

Iskandar, M. (2019). Ornamen Melayu dan Makna Simboliknya. Pekanbaru: Penerbit Melayu Raya.

Kartika, D. S. (2017). Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains.

Kartika, D. S. (2019). Pengantar Seni Rupa. Bandung: Rekayasa Sains.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Prasetyo, A. (2020). Transformasi motif tradisional dalam karya seni visual kontemporer. Jurnal Seni dan Budaya, 12(2), 45–58.

Rahmawati, N., & Nugroho, B. (2022). Pengembangan motif tradisional sebagai sumber inspirasi penciptaan seni dua dimensi. Jurnal Seni Rupa Nusantara, 8(1), 22–34.

Sachari, A. (2017). Budaya Visual Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sumardjo, J. (2014). Estetika Paradoks. Bandung: Kelir.

Susanto, M. (2018). Diksi Rupa: Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa. Yogyakarta: DictiArt Lab.

Triyanto. (2018). Pengembangan seni berbasis budaya lokal sebagai media pelestarian budaya. Jurnal Imajinasi, 12(1), 33–42.

Yanti, E., & Suryani, R. (2021). Ragam hias Rumah Adat Melayu Jambi sebagai identitas budaya lokal. Jurnal Kajian Budaya Melayu, 5(2), 88–97.

Yunus, M. (2020). Nilai estetika pada ukiran tradisional Melayu Jambi. Jurnal Seni dan Desain, 7(1), 15–26.

Zulkifli, A. (2021). Motif flora dalam seni ukir Melayu dan relevansinya terhadap seni rupa kontemporer. Jurnal Warisan Budaya, 9(2), 67–79.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
1 2 3 > >>