Isi Artikel Utama

Abstrak

Artikel ini mengkaji batik rumah adat di Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, sebagai wujud visual dari prinsip Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Penelitian ini bertujuan menguraikan keterkaitan antara bentuk arsitektur Rumah Kajang Lako/ rumah tuo atau Rumah Tuo, nilai adat Melayu Jambi, dan penyusunan motif batik sebagai sarana komunikasi budaya. Penelitian mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan, kajian dokumen budaya, dan analisis semiotika terhadap relasi tanda visual, makna filosofis, serta konteks sosialnya. Temuan kajian mengindikasikan bahwa batik rumah adat tidak bisa dipahami sekadar sebagai ornamen kain, melainkan sebagai sistem tanda yang memuat ajaran tentang relasi manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Unsur visual seperti bentuk atap, tiang, ukiran flora, garis geometris, dan susunan komposisi menjadi representasi nilai religius, kekeluargaan, gotong royong, keseimbangan, serta keteguhan adat. Artikel ini menyimpulkan bahwa batik rumah adat Bangko berpotensi menjadi sarana pelestarian budaya, pendidikan karakter, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hesti Afrilia, Wuliza Rahmadini, Yusroh, & Febra Muyu Sari. (2026). BATIK RUMAH ADAT: PERWUJUDAN PRINSIP ADAT BERSENDI SYARAK, SYARAK BERSENDI KITABULLAH DI BANGKO, JAMBI. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 457–465. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/496
Referensi

Adhanita, S. (2013). Pengembangan Batik Jambi Motif Sungai Penuh sebagai Bentuk Kontribusi pada Pembangunan. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 9(4), 381. https://doi.org/10.14710/pwk.v9i4.6676

Anggreyani, R., & Hartanti, R. I. (2024). EKSPLORASI BATIK JAMBI SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN NUMERASI PESERTA DIDIK. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(0.1101/2021.02.25.432866), 1–15.

Karmela, Heidi, S. (2015). batik dan tenun: cerminan budaya melayu, bagian dari ekonomi kreatif Di Kota Jambi. Universitas Batanghari, 15(4), 152–157.

Kusnadi, K. (2023). Exploring character education through batik Pekalongan local wisdom: An innovative approach to character learning. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(2), 223–235. https://doi.org/10.21831/jc.v20i2.57000

Nandya, P. O., Anggita, M., Nalendra, R. B. J., Ayu, N., Agustin, P., Safwan, M., Mualif, S., Prastiwi, J., Muhammad, K., & Resik, S. (2025). Batik Jambi : A Hidden Gem in the Heart of Sumatra. 6, 703–713. https://doi.org/10.55351/prajaiswara.v6i3.229

Octavia, A., Heribertha, & Sriayudha, Y. (2024). a Study of Jambi Batik Artisans in Innovation and Strategic Decision-Making To Influence the Development and Resilience of the Jambi Batik Industry. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, 8(2), 760–772. https://doi.org/10.22437/jiituj.v8i2.38037

Rachman, S. M. A., & Rahman, F. (2017). The dynamic of Malay Islamic law: The rise and practices of Adat Bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabullah in Jambi. Journal of Indonesian Islam, 11(2), 389–404. https://doi.org/10.15642/JIIS.2017.11.2.389-404

Rahim, A., & Hutabarat, Z. S. (2024). Menelusuri Jejak Sejarah Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(3), 7488–7503.

Supana, S. (2019). Batik Jambi as a Reflection of Local Wisdom. https://doi.org/10.4108/eai.29-8-2019.2289021

Wijaya, A. A., Syarifuddin, S., & Dhita, A. N. (2021). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Rumah Adat Kajang Lako di Jambi. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 10(1), 60–69. https://doi.org/10.36706/jc.v10i1.11488

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.