Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi motif ukiran tradisional Merangin ke dalam karya lukis dekoratif Pesona Ukiran Adat Merangin. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis visual. Data diperoleh dari dokumentasi karya, foto ornamen rujukan, catatan konsep, dan studi pustaka tentang Rumah Tuo Rantau Panjang, ragam hias Melayu-Jambi, serta teori estetika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya ini menampilkan motif tengah sebagai simbol kemakmuran, motif sulur sebagai simbol pertumbuhan, motif bunga sebagai simbol keindahan dan keramahan, serta bingkai persegi sebagai simbol persatuan dan perlindungan. Warna kuning emas dan merah bata memperkuat kesan hangat, agung, dan tradisional. Karya ini dapat menjadi media visual pelestarian identitas budaya Merangin berbasis seni rupa.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Putri, S. A., As Syifa, S., & Putri, S. L. (2026). TRANSFORMASI MOTIF UKIRAN TRADISIONAL MERANGIN DALAM LUKISAN DEKORATIF PESONA UKIRAN ADAT MERANGIN. Grata : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 197–204. Diambil dari https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/grata/article/view/443
Referensi

Andrina, H., Soewardikoen, D. W., & Nurhadiansyah, M. (2023). Ornamen Rumah Tradisional Melayu Riau di Pekanbaru: Rumah Tuan Kadi. Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan Dan Perancangan Desain Interior, 11(1), 34-49. https://doi.org/10.24821/lintas.v11i1.9419

Chandra, F., Arqon, M., Bahri, R. A., & Al Jamili, M. F. (2024). Ritual adat sebagai instrumen hukum tidak tertulis masyarakat Jambi dalam persfektif filsafat hukum. Legalitas: Jurnal Hukum, 16(2), 122-132.

Harmaini, H., & Chandra, F. (2020). Selayang pandang hukum adat di Kabupaten Merangin: Kajian masyarakat hukum adat. ADIL, 2(1), 32-39.

Hopipah, R., Mulya, D. A., Rientia, R., & Pitri, A. (2026). Penerapan Metode Diskusi Kelompok Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SD Negeri 82/VI Rantau Limau Kapas Tahun Pelajaran 2024/2025. Meeran: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 3(1), 1-10.

Jaya, M., & Ariska, D. P. (2024). NILAI-NILAI KEKUASAAN DALAM UKIRAN RUMAH TUO DI KELURAHAN KAMPUNG BARUH KECAMATAN TABIR KABUPATEN MERANGIN. GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal Dan Pembangunan, 10(3), 67-68.

Miles, Huberman, & Saldana. (2014). Qualitative Data Analysis.

Nurlidianti, Saputra, M. A., & Purnomo, B. (2025). Pelestarian dan Pemanfaatan Cagar Budaya Rumah Tuo Rantau Panjang sebagai Media Pembelajaran Sejarah Lokal. 9(3), 1-7. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i3.32892

Patriansyah, M. (2016). Kajian Estetika Ornamen Rumah Laheik Desa Seleman Kabupaten Kerinci - Jambi. Besaung : Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 1(2). https://doi.org/10.36982/jsdb.v1i1.121

Rahmawati, Hariana, & Naini, U. (2025). Penerapan Teknik Cetak Tinggi Motif Flora Sebagai Ragam Hias di Mebel Sederhana Lala Lulu. Vokasi Sains Dan Teknologi, 4, 62-68.

Raniswari, A. N., & Winarno. (2023). Ragam Hias Flora Dan Fauna Sebagai Inspirasi Melukis Bagi Siswa Kelas Xi Sma Negeri 1 Tuban. Jurnal Seni Rupa, 11(1), 1-8. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/va

Republik Indonesia. (2017). Undang - Undang RI Nomor 5 tahun 2017. 5, 5-9.

Rizkia, I., Izar, J., & Ernanda. (2023). Makna Kultural pada Ornamen-Ornamen dan Peninggalan-Peninggalan Sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang: Kajian Etnolinguistik. Kajian Linguistik Dan Sastra, 2(2), 141-150. https://online-journal.unja.ac.id/kal

Wicaksono, A., & Nizam, A. (2016). Viabilitas Ragam Hias Sulur-Gelung. Corak, 5(2), 157-169. https://doi.org/10.24821/corak.v5i2.2385

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 5 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.