ASAL USUL BATU BESAR DI DESA NGAOL: KAJIAN CERITA RAKYAT SEBAGAI WARISAN BUDAYA LOKAL
Isi Artikel Utama
Abstrak
Cerita rakyat merupakan bagian dari warisan budaya lokal yang menyimpan ingatan kolektif, nilai moral, dan pandangan masyarakat terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan versi cerita asal usul Batu Besar di Desa Ngaol, mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta merumuskan upaya pelestariannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh masyarakat dan warga yang mengetahui cerita setempat, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, pengelompokan tema, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Batu Besar berfungsi sebagai penjelas simbolis mengenai keberadaan batu di sungai sekaligus sebagai pengingat hubungan manusia dengan alam. Cerita tersebut memuat nilai pengendalian diri, penghormatan terhadap nasihat leluhur dan orang tua, kepedulian lingkungan, kebersamaan, serta tanggung jawab sosial. Pelestarian dapat dilakukan melalui dokumentasi tertulis dan digital, pemanfaatan sebagai bahan ajar muatan lokal, pelibatan tokoh adat, serta perlindungan lokasi Batu Besar sebagai bagian dari lanskap budaya desa.
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Annisa, A., Simanjuntak, E., & Sihombing, F. (2022). Analisis struktur dan nilai moral cerita rakyat Batu Marsiompaan Samosir. Jurnal Basataka, 5(1), 42–49. https://doi.org/10.36277/basataka.v5i1.146
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.
Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, bentuk, dan fungsi. Ombak.
Khasanah, U., Fathurohman, I., & Setiawan, D. (2022). Pendidikan karakter dalam cerita rakyat Genuk Kemiri. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 8(1), 60–64. https://doi.org/10.31949/educatio.v8i1.1611
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Kusmana, S., & Nurzaman, B. (2021). Bahan ajar cerita rakyat sebagai perancah pendidikan karakter. Indonesian Language Education and Literature, 6(2), 351–362. https://doi.org/10.24235/ileal.v6i2.8778
Merdiyatna, Y. Y. (2019). Nilai-nilai budaya dalam cerita rakyat Panjalu. Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 143–148. https://doi.org/10.30743/bahastra.v4i1.1715
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nurlela. (2023). Nilai moral cerita Situ Bagendit sebagai penguatan karakter siswa di sekolah dasar. Jurnal Pena Ilmiah, 5(1). https://doi.org/10.17509/jpi.v5i1.65311
Rahmawati, I. S., Sutrisna, D., & Nisya, R. K. (2023). Nilai-nilai kearifan lokal dan pendidikan karakter dalam cerita rakyat Lutung Kasarung. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2). https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.4397
Ramdhani, S., Yuliastri, N. A., Sari, S. D., & Hasriah. (2019). Penanaman nilai-nilai karakter melalui kegiatan storytelling dengan menggunakan cerita rakyat Sasak pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 153–160. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.108
Rawati, P. D., & Suryani, I. (2023). Nilai-nilai pendidikan karakter dan persepsi masyarakat terhadap cerita rakyat Kerinci “Sakunung-Sakunung Ninau”. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 13(1). https://doi.org/10.23969/literasi.v13i1.6594
Rejo, U., Rahayu, I. K., & Kharisma, G. I. (2022). Revitalisasi cerita rakyat masyarakat Timor sebagai penguatan nilai pendidikan karakter pada era tatanan kehidupan baru. Jurnal Sastra Indonesia, 11(1), 35–47.
Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Safitri, P. I., Rafli, Z., & Setiadi, S. (2023). Cerita rakyat sebagai bahan ajar dalam pembelajaran BIPA. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1). https://doi.org/10.30870/jmbsi.v8i1.19711
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Syamsijulianto, T., Rahman, R., Sari, M. Z., Ratumanan, S. D., & Solehun. (2022). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal tradisi masyarakat Melayu perbatasan pada siswa sekolah dasar. Didaktika Tauhidi: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(1), 39–51. https://doi.org/10.30997/dt.v9i1.4848
UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. UNESCO.