TRANSFORMASI MOTIF UKIRAN RUMAH TUO RANTAU PANJANG MENJADI DESAIN BATIK: NILAI FILOSOFIS DAN PELESTARIAN BUDAYA
Main Article Content
Abstract
Artikel ini mengkaji transformasi motif ukiran Rumah Tuo Rantau Panjang, Kabupaten Merangin, Jambi, menjadi desain batik sebagai strategi pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal. Penelitian bertujuan mengidentifikasi bentuk visual ukiran, menafsirkan nilai filosofisnya, serta merumuskan prinsip alih media dari ukiran kayu ke pola batik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, telaah visual konseptual, dan analisis semiotika. Hasil kajian menunjukkan bahwa motif keluk paku, tampuk manggis, tali ikat, akar kekait, bunga, sulur, dan pola simetris merepresentasikan nilai religius, sosial, ekologis, musyawarah, gotong royong, keteraturan, serta keterikatan pada alam. Transformasi dilakukan melalui stilasi, simplifikasi, repetisi, adaptasi komposisi, dan penguatan narasi budaya. Batik berbasis ukiran Rumah Tuo berpotensi menjadi media pelestarian budaya, sumber belajar muatan lokal, dan produk ekonomi kreatif berbasis identitas daerah.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Adhanita, S. (2013). Pengembangan Batik Jambi motif Sungai Penuh sebagai bentuk kontribusi pada pembangunan. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 9(4), 381-392. https://doi.org/10.14710/pwk.v9i4.6676
Amiego, A., Harissman, H., & Qomarats, I. (2025). Perancangan media informasi Rumah Tuo Rantau Panjang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(3), 53-59. https://doi.org/10.59435/menulis.v1i3.77
Antara Jambi. (2025, May 13). Rumah Tuo Rantau Panjang saksi sejarah budaya Suku Batin Jambi. Antara News Jambi. https://jambi.antaranews.com/berita/614641/rumah-tuo-rantau-panjang-saksi-sejarah-budaya-suku-batin-jambi
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Jadesta. (2022). Desa Wisata Rumah Tuo Rantau Panjang. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/rumah_tuo_rantau_panjang
Jaya, M., & Ariska, D. P. (2020). Nilai-nilai kekuasaan dalam ukiran Rumah Tuo di Kelurahan Kampung Baruh Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin. Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah, 2(2). https://jppd.org/index.php/jppd/article/view/23
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang kurikulum pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/281847/permendikbudriset-no-12-tahun-2024
Mayesti, I. (2013). Analisis permintaan kain Batik Jambi di Kota Jambi. Jurnal Development, 1(1), 1-14. https://doi.org/10.53978/jd.v1i1.1
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nandya, P. O., Anggita, M., Nalendra, R. B. J., Agustin, N. A. P., Jamil, M. S., Mualif, S., Prastiwi, J., & Resik, K. M. S. (2026). Batik Jambi: A hidden gem in the heart of Sumatra. Jurnal Prajaiswara, 6(3). https://doi.org/10.55351/prajaiswara.v6i3.229
Octavia, A., Heriberta, H., & Sriayudha, Y. (2024). A study of Jambi Batik artisans in innovation and strategic decision-making to influence the development and resilience of the Jambi Batik industry. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, 8(2), 760-772. https://doi.org/10.22437/jiituj.v8i2.38037
Rachman, S. M. A., & Rahman, F. (2017). The dynamic of Malay Islamic law: The rise and practices of adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah in Jambi. Journal of Indonesian Islam, 11(2), 389-404. https://doi.org/10.15642/JIIS.2017.11.2.389-404
Rahim, A., & Hutabarat, Z. S. (2024). Menelusuri jejak sejarah adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3), 7488-7503. https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i3.29275
Rizkia, I., Saputra, D., & Hidayati, N. (2023). Makna leksikal dan makna kultural pada ornamen-ornamen dan peninggalan-peninggalan sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang: Kajian etnolinguistik. Kajian Linguistik dan Sastra, 2(2), 141-150. https://online-journal.unja.ac.id/kal/article/view/23262
Supana, S. (2019). Batik Jambi as a reflection of local wisdom. Proceedings of the 2nd International Conference on Local Wisdom (INCOLWIS 2019). https://doi.org/10.4108/eai.29-8-2019.2289021
UNESCO. (2009). Indonesian Batik. Intangible Cultural Heritage. https://ich.unesco.org/en/RL/indonesian-batik-00170
Wijaya, A. A., Syarifuddin, S., & Dhita, A. N. (2021). Nilai-nilai kearifan lokal rumah adat Kajang Lako di Jambi. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 10(1), 60-69. https://doi.org/10.36706/jc.v10i1.11488