<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://ejournal.mejailmiah.com/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-18T17:11:10Z</responseDate>
	<request verb="ListRecords" metadataPrefix="oai_dc">https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejournal.mejailmiah.com:article/96</identifier>
				<datestamp>2025-02-16T16:15:09Z</datestamp>
				<setSpec>aeterna:Articles</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Studi Peran Asean dalam Menjaga Stabilitas  Kawasan Asia Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Febrina, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Nidawati</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Riska</dc:creator>
	<dc:creator>Rivaldo</dc:creator>
	<dc:creator>Amin, Shobib</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ASEAN</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Diplomasi Multilateral</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Mekanisme Keamanan Kolektif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kerjasama Ekonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Isu Non-Tradisional</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Artikel ini mengkaji peran ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara dengan fokus pada kontribusi ASEAN dalam menciptakan dan mempertahankan stabilitas. Menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus, hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN berperan sebagai mediator dalam konflik, menyediakan platform dialog, dan mengembangkan mekanisme keamanan kolektif seperti ASEAN Regional Forum (ARF) serta Declaration of Conduct in the South China Sea. Kerjasama ekonomi dan sosial juga berperan dalam mengurangi ketegangan antarnegara. Meski tantangan baru seperti terorisme dan perubahan iklim muncul, ASEAN tetap memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas regional melalui diplomasi multilateral dan konsensus antarnegara anggota. Penelitian ini memberikan wawasan tentang strategi ASEAN dalam konteks keamanan dan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">PT. Meja Ilmiah Publikasi</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/article/view/96</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70308/aeterna.v1i1.96</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Aeterna; Vol. 1 No. 1 (2024): Aeterna; 1-7</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Aeterna; Vol 1 No 1 (2024): Aeterna; 1-7</dc:source>
	<dc:source>10.70308/aeterna.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/article/view/96/93</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejournal.mejailmiah.com:article/97</identifier>
				<datestamp>2025-02-16T16:15:09Z</datestamp>
				<setSpec>aeterna:Articles</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peran dan Fungsi Konstitusi Sebagai Pilar Stabilitas Politik dan Hukum</dc:title>
	<dc:creator>Sellya Putri, Novita</dc:creator>
	<dc:creator>Septhia Zelika, Syndi</dc:creator>
	<dc:creator>Fihan Deli Putri, Cinta</dc:creator>
	<dc:creator>Aditya Rangga, Vicky</dc:creator>
	<dc:creator>M Haikal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Konstitusi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hak Asasi Manusia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Politik dan Hukum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Konstitusi berperan sebagai pilar stabilitas politik dan hukum dengan menyediakan kerangka kerja untuk pemerintahan dan hukum, menetapkan batasan dan tanggung jawab pemerintah, melindungi hak-hak individu, menjamin keadilan dan kesetaraan, serta menyediakan mekanisme untuk penyelesaian sengketa. Konstitusi berfungsi sebagai dasar hukum dan politik yang mengatur struktur pemerintahan, menetapkan batasan dan tanggung jawab pemerintah, melindungi hak-hak individu, menjamin keadilan dan kesetaraan, serta menyediakan mekanisme untuk penyelesaian sengketa. Konstitusi yang demokratis harus memberikan ruang bagi partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik, serta memberikan landasan yang kuat untuk pembangunan ekonomi dan social. Konstitusi memainkan peran yang sangat penting dalam mendorong pemerintah yang transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi, dengan di berikannya landasan yang kuat untuk memastikan integritas dan keberlanjutan pemerintahan yang bertanggung jawab kepada rakyat. Dengan adanya prinsip akuntabilitas, konstitusi memastikan bahwa pemerintah beroperasi secara transparan dan dapat dipertanggung jawabkan tindakannya. Konstitusi mendorong pemerintahan yang bebas dari korupsi dan memastikan penggunaan sumber daya public yang adil dan efisien.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">PT. Meja Ilmiah Publikasi</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/article/view/97</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70308/aeterna.v1i1.97</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Aeterna; Vol. 1 No. 1 (2024): Aeterna; 8-16</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Aeterna; Vol 1 No 1 (2024): Aeterna; 8-16</dc:source>
	<dc:source>10.70308/aeterna.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/article/view/97/94</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejournal.mejailmiah.com:article/98</identifier>
				<datestamp>2025-02-16T16:15:09Z</datestamp>
				<setSpec>aeterna:Articles</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Evaluasi Peran Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif dalam Menjalankan Fungsi Negara</dc:title>
	<dc:creator>Khoirul Naim, Yogi</dc:creator>
	<dc:creator>Fernanda Azuar, Lexsy</dc:creator>
	<dc:creator>Pepriyani</dc:creator>
	<dc:creator>Kemas Putri HS, Ririn</dc:creator>
	<dc:creator>Zulfisri Rekmya, Shabina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Eksekutif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Yudikatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Legislatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Fungsi Negara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pemerintahan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Fungsi negara tidak dapat dijalankan secara optimal tanpa adanya peran aktif dari lembaga-lembaga negara, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ketiga lembaga ini memiliki peran yang saling melengkapi dalam mewujudkan tujuan negara, seperti menjaga stabilitas politik, menegakkan keadilan hukum, dan memastikan keberlanjutan pelaksanaan kebijakan negara. Eksekutif bertanggung jawab atas implementasi kebijakan, legislatif berperan dalam pembuatan undang-undang yang menjadi dasar hukum negara, sedangkan yudikatif memastikan bahwa hukum ditegakkan secara adil dan tanpa diskriminasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kontribusi masing-masing lembaga tersebut dalam pelaksanaan fungsi negara, dengan menggunakan pendekatan studi literatur sebagai metode penelitian. Kajian ini menyoroti pentingnya sinergi di antara ketiga lembaga negara tersebut sebagai elemen kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang demokratis, akuntabel, dan efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kolaborasi yang harmonis antar lembaga negara mampu memperkuat legitimasi pemerintahan sekaligus mendukung tercapainya stabilitas nasional secara menyeluruh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">PT. Meja Ilmiah Publikasi</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/article/view/98</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70308/aeterna.v1i1.98</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Aeterna; Vol. 1 No. 1 (2024): Aeterna; 17-31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Aeterna; Vol 1 No 1 (2024): Aeterna; 17-31</dc:source>
	<dc:source>10.70308/aeterna.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/article/view/98/95</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejournal.mejailmiah.com:article/99</identifier>
				<datestamp>2025-02-16T16:15:09Z</datestamp>
				<setSpec>aeterna:Articles</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kajian Komprehensif Tujuan Negara Berdasarkan Pemikiran Socrates dan Plato</dc:title>
	<dc:creator>M. Fahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Usman</dc:creator>
	<dc:creator>Al Zurga, Zaki</dc:creator>
	<dc:creator>Umbaran, Joko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Socrates</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Plato</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tujuan Negara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Artikel ini membahas konsep tujuan negara berdasarkan pemikiran Socrates dan Plato, dua filsuf besar Yunani kuno. Socrates menekankan pentingnya keadilan sebagai inti kehidupan bermasyarakat dan mengkritik demokrasi yang tidak mempertimbangkan kebijaksanaan pemimpin. Sementara itu, Plato mengembangkan gagasan negara ideal dalam Republic, dengan keadilan sebagai fondasi utama yang diwujudkan melalui pembagian kelas sosial: penguasa (filosof-raja), prajurit, dan produsen. Tujuan akhir negara, menurut Plato, adalah menciptakan kebahagiaan kolektif melalui harmoni dan keteraturan. Artikel ini juga mengkaji relevansi pemikiran mereka dalam konteks modern, terutama dalam pembentukan sistem pemerintahan dan kepemimpinan. Penekanan pada keadilan dan kebijaksanaan menunjukkan bahwa negara harus menjadi alat untuk menciptakan masyarakat yang adil, harmonis, dan sejahtera.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">PT. Meja Ilmiah Publikasi</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/article/view/99</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70308/aeterna.v1i1.99</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Aeterna; Vol. 1 No. 1 (2024): Aeterna; 32-39</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Aeterna; Vol 1 No 1 (2024): Aeterna; 32-39</dc:source>
	<dc:source>10.70308/aeterna.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/article/view/99/96</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.ejournal.mejailmiah.com:article/100</identifier>
				<datestamp>2025-02-16T16:15:09Z</datestamp>
				<setSpec>aeterna:Articles</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perbandingan Konsep Kedaulatan Hukum dan Kedaulatan Rakyat Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Elang Buana, Ikra</dc:creator>
	<dc:creator>Yanti, Reva</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Jona</dc:creator>
	<dc:creator>Qolbi, Rabbiq</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kedaulatan Hukum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kedaulatan Rakyat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perbandingan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kedaulatan hukum dan kedaulatan rakyat Indonesia merupakan dua konsep pentingdalam system pemerintahan. Kedaulatan rakyat indonesia, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945, pelaksanaa kedaulatan ini dilakukan melalui pemilihan umum, yang merupakan sarana bagi rakyat untuk berpatisipasi aktif dalam pemerintahan. serta menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, yang dilaksanakan melalui wakil-wakil mereka. Sementara itu, kedaulatan hukum adalah konsep yang menegaskan bahwa semua tindakan negara harus berdasarkan hukum, yang diatur oleh konstitusi sebagai hukum tertinggi. Dengan demikian, dalam praktiknya, kedaulatan rakyat harus dijalankan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum yang berlaku, menciptakan sinergi antara keduanya Perbandingan antara kedaulatan hukum dan kedaulatan rakyat harus dijalankan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum yang berlaku, menciptakan sinergi antara keduanya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">PT. Meja Ilmiah Publikasi</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/article/view/100</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70308/aeterna.v1i1.100</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Aeterna; Vol. 1 No. 1 (2024): Aeterna; 40-50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Aeterna; Vol 1 No 1 (2024): Aeterna; 40-50</dc:source>
	<dc:source>10.70308/aeterna.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.mejailmiah.com/index.php/aeterna/article/view/100/97</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
